Berita Bantul

RSS 2.0 Feed | Berita Lainnya

Selasa Pahing, 12 Jun 2012 14:24 WIB | dibaca (629) | Komentar

Tarif Dasar PDAM Di Kabupaten Bantul Terendah se DIY

Tarif dasar Bagi Pelanggan PDAM di Kabupaten Bantul paling rendah se DIY yaitu Rp. 1500,-. Sedanngkan Sleman menerapkan tarif dasar PDAM sebesar Rp. 2500,- dan Gunung Kidul sebesar Rp. 3500,-.

Hal diatas disampaikan oleh Direktur PDAM Kabupaen Bantul Drs. Yudi Indarto, MM saat menjawab pertanyaan dari tamu anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Morotai Propinsi Maluku Utara di Gedung Induk Lantai III, Selasa (12/6).

" PDAM Bantul berkapasitan 900 kubik air per detik, melayani 16 Ribu Pelanggan atau sekitar 20 persen dari total jumlah penduduk Bantul. Sedangkan pertumbuhan penduduk di Bantul sekitar 1 persen per tahun. Dengan jumlah dan perkembangan penduduk yang potensial tersebut akan berdampak bagi eksistensi PDAM." tambah Yudi.

Hadir pada acara tersebut Asisten I Bupati Bantul, Direktur PD Aneka Bharma,Direktur PDAM Bantul dan perwakilan dari dinas instansi terkait.

Sementara ketua rombungan tamu dari Kabupaten Kepulauan Morotai Ali Sangaji, SE, MM saat menyampaikan sambutyannya diantaranya mengatakan bahwa daerahnya yang masih relatif tertinggal dengan kabupaten di Jawa khususnya Kabupaten Bantul ini, ingin menimba lebih banyak di bidang perusahaan daerah yang dikelola pemerintah dalam rangka memajukan system ekonomi daerah serta dalam rangka memberikan pemasukan daerah demi suksesnya program pemerintah daerah.

Pada acara tersebut Bupati Bantul yang diwakili oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan DR. Suyoto HS, Msi, MM dalam sambutannya diantaranya menyampaikan bahwa Bantul satu-satunya Kabupaten di DIY yang melarang berdirinya mall. "Karena dengan adanya mall akan mematikan warung-warung kecil milik rakyat kecil radius satu km dan akan mematikan pasar tradisional dekat mall tersebut, sehinnga Pemkab Bantul tak bergeming dengan tekad untuk tidak memberikan ijin berdirinya mall." kata Suyoto.

Bahkan Pemkab Bantul pernah di PTUN kan oleh pengusaha yang ingin mendirikan mall akibat pelarangan tersebut, namun Pemkab Bantul menang perkara.

Tamu dari Kabupaten penghasil kopra kualitas bagus tersebut, usai kunjungan melanjutkan perjalananya menuju sentra kerajinan kulit Manding dan PSG Bantul untuk membeli cendera mata khas Bantul. (Sit)

Kirim Komentar Berita
kode rahasia