Berita Bantul

RSS 2.0 Feed | Berita Lainnya

Senin Wage, 11 Mei 2009 12:24 WIB | dibaca (1044) | Komentar

Sebanyak 1.869 PNS Bantul Terima Piagam Satya Lencana Karya Satya

Untuk memberi penghargaan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah mengabdi kepada pemerintah dengan waktu tertentu dan dengan syarat tertentu, maka Pemerintah Kabupaten Bantul memberikan penghargaan Satya Lencana Karya Satya tahun 2008 sebanyak 1626 dan diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Drs. H. Gendut Sudarto.Kd. MA. MM. kepada perwakilan penerima, di depan peserta apel pagi, Senin (11/5) di halaman pendopo Parasamya Kab. Bantul.

Sekretaris Daerah Drs. H. Gendut Sudarto.Kd. MA. MM. selaku pembina apel mengatakan pemberian tersebut murni ucapan terima kasih dari pemerintah atas jasa-jasa PNS yang telah mengabdi cukup lama. Penghargaan jangan dipandang bentuk yang hanya satu lembar piagam namun itu harus melalui tahap pengabdian 10 tahun, 20 tahun dan seterusnya dengan tidak pernah melakukan perbuatan tercela.

Lebih lanjut dikatakan penghargaan bisa bermacam-macam ada yang berbentuk materi, ada yang ucapan dan ada yang dengan piagam seperti yang ada terima. Harapannya dengan menerima piagam tersebut pengabdian sebagai PNS kepada pemerintah, masyarakat dan negara lebih ditingkatkan.

Sesuai dengan Surat dari Pemerintah Kabupaten Bantul. No. 861/3401 Tanggal 20 Juni 2008 tentang pengusulan tanda penghargaan Satya Lencana Karya Satya tahun 2008 bagi PNS baik guru dan non guru jumlah PNS yang diusulkan sebanyak 1869 dan telah turun /jadi 1626 orang.

Pada acara tersebut untuk PNS yang telah bekerja selama 10 tahun atas nama Dra. Ayuti Kartikaningsih dan kawan-kawan sebanyak 288 orang diwakili Sri Supriatini, SH dari Kantor Satpol PP Kab. Bantul, PNS dengan masa kerja selama 20 tahun atas nama Drs. Suyoto HS, M.Si. MMA dan kawan-kaan sebanyak 1.061 orang diwakili Siti Murniati dari BAPPEDA Kab. Bantul serta PNS dengan masa bakti selama 30 tahun atas nama Drs. Sudjadi, Apt. SE. MM. dan kawan-kaan sebanyak 277 orang diwakili Rustiati, BA. dari SMP N 1 Imogiri Bantul (Mwd)

  • SURYONOdikirim Senin Wage, 11 Mei 2009 12:32 WIB

    Selamat kepada Bp/Ib penerima Piagam Satya Lencana Karya Satya baik 10 th, 20 th atau 30 th, smoga tambah semangatnya dalam melaksanakan tugas dan mengabdi di Bantul tercinta ini, amin.

  • dibjodikirim Senin Wage, 11 Mei 2009 14:43 WIB

    pertama2 selamat kepada bpk/ibu yg telah menerima satya lencana,selanjutnya piagam ini diharapkan sebagai bahan utk mawas diri selama sekian th saya bekerja apa yg telah saya berikan pada negara,bukan sebaliknya sekian th saya bekerja apa yg sudah saya dapat dari negara.memang ini ideal sekali, tetapi minimal sebagai bahan acuan sehingga bila terjadi penyimpangan tidak terlalu jauh, misalnya pns 704, yg artinya jam 7 dtg, diantara itu entah kemana dan apa yg dikerjakan nggak tahu, dan jam 4 sore plg,tetapi saya yakin di btl tidak ada pns semacam itu,karena sudah sadar akan tugas dan kewajiban pns ,sehingga saling berlomba utk peningkatan kinerja di btl yg kita cintai ...........sekali lagi selamat....nuwun

  • om Bertusdikirim Senin Wage, 11 Mei 2009 16:19 WIB

    menurut hemat saya, mudah-mudahan tidak benar, PENGHARGAAN SATYA LENCANA KARYA SATYA ini diberikan berdasarkan lama seseorang PNS mengabdikan diri ( tepatnya bekerja) di suatu institusi pemerintah. Faktor lama bekerja lebih dominan, terlepas selama bekerja sekian puluh tahun (10 tahun atau 20 tahun ) itu kinerjanya membanggakan atau tidak itu soal lain. Coba kalau kita jujur, apakah mereka yang menerma penghargaan tersebut, benar-benar berprestasi dalam bekerjanya, apakah mereka tidak termasuk PNS 704 seperti kata mas Dibyo, apakah mereka bukan termasuk yang rajin baca koran dan main game, atau keluyuran di pasar klithikan, ? Sokur kalau tidakm dan itu harapan masyarakat yang telah membayar mereka lewat pajak yang dibayarkan kepada negara. Tapi kalau mereka termasuk kelompok tersebut, APA KATA DUNIA? Lepat sepurane.....

  • s wahyudidikirim Senin Wage, 11 Mei 2009 16:40 WIB

    mathuk engkas Om Bertus, sbage PNS saya sudah dapet Satya Lencana Karya Satya dari dua Presiden lebeh spuluh tahun yang lalu, sbage abdi negara tampaknya masa kerja saya yang dilencanai, maskipun brani sumprit saya bukan type PNS 704. Nada minor slalu mlekat pada PNS, kerna memang miturut pengamatan saya (yang pernah kerja di swasta, swasta asing & PNS) memang PNS relatip lebeh "payah" performance-nya bahken miturut saya gaji PNS terlalu besar jika dikonversiken dengen hasil kerjanya per satuan waktu, pantes di akhir tahun 70-an tidak satupun temen saya seangkatan maskipun tukang insinyur teknik tidak mau jadi PNS; maskipun dmikian buat para pnrima SLKS X,XX,XXX; saya ucapken slamet juga, mekaten lepat nyuwun pangapunten

  • Kang Jpedikirim Selasa Kliwon, 12 Mei 2009 08:47 WIB

    selamat, semoga amanah, senantiasa mengharap ridlo Allah SWT mampu jadi panutan generasi muda bantul yang projo tamansari, produktif, profesional, tidak meraih pangkat dan jabatan dengan jalan pintas. eujudkan keluarga yang sakinah mawadah warrohmah.

  • ajisokodikirim Selasa Kliwon, 12 Mei 2009 10:34 WIB

    Ya selamat aja buat PNS yang baru terima penghargaan, mudah mudahan sistem kerja di birokrasi semakin baik, karena setiap manusia dalam kerjanya tentu tergantung sistemnya, la mbok Profesor nek PNS nang Pemerintahan yo mung ngonokuwi, kosok baline PNS golongan rendah, masuk dunia swasta ya kerjanya jadi ngikutin arus pola kinerja swasta. Kita tunggu penghargaan selanjutnya, e.... sopo ngerti di hari jadi Kabupaten Bantul nanti ono penghargaan kenaikan pangkat bagi PNS berprestasi dan penghargaan bagi masyarakat (teladan) yang tertib membayar pajak. Nek kudune yo iso he... he...

  • Mundhoridikirim Selasa Kliwon, 12 Mei 2009 13:59 WIB

    Pemberian piagam SLKS bertujuan untuk memotivasi seluruh lapisan PNS untuk bekerja secara baik. Kemudian dibudayakan, dan selanjutnya menjadi tradisi. Sedangkan kreteria penilaian bersifat umum dan sama, tetapi kualitas hasilnya tentu saja bersifat local dan temporer. Satu kantor dengan kantor lain ada perbedaan kinerja pegawainya, walau mungkin peraturan tata tertib kanturnya sama. Tergantung lingkungan yg terbentuk. Saya sependapat dg p Ajisoko, yg menyatakan walau seorang profsor kalau di PNS hasilnya akan begitu pula. Jujur saja saya mengatakan etos kerja akan terbentuk optimal sesuai dg imbalan yg akan didapat. Salah satunya adalah gaji. Nuwun.

  • s wahyudidikirim Selasa Kliwon, 12 Mei 2009 16:33 WIB

    Satya Lencana Karya Satya adalah lambang kesetiaan abdi negara yang didedikasiken kepada negara, maskipun demikian ttg profesor saya kurang setuju dengen pendapet pak Ajisoko & pak Mundori, enget profesor itu gelar akademik dalem satu subject keilmuan, jadi kalo ada profesor terlarut oleh sistem, memang ia bukan ahli dalem domain pemrentahan, PNS plus sistem pendukungnya, sebaliknya lihat prof Ali Wardana, prof Habibi, prof Budiono (yang aken di capresken ?) mbutge "PNS" sesue dengen expertnya, bahken dapet mempengaruhi sistem. juga prof yang "dipinjam kerja di pemrentahan sesue dengen keahliannya" dari UGM (dimata Internasional cukup terpandang), UI, ITB etc, justru sistem yang "didominasi" para profesor, mekaten lepat nyuwun pangapunten.

  • torodikirim Selasa Kliwon, 12 Mei 2009 19:34 WIB

    Pak Yudi ini elok engkas (maaf saya catut), Jujur saja kalo Bantul ada Pak Yudi-2 yg lain, warna Bantul akan beda, minimal pola pikir. Sukur kalo sudah ada yg mirip dan diaplikasikan dlm etos kerja. Orang Tua saya prnah bilang bahwa penghargaan yg dia terima spt Satya lencana Eka Paksi, Wherkreis, dll, dia peroleh dg kringat, darah, nyawa. Kalo ukuran lamanya mengabdi....wah bisa saya banyngkan berapa lama itu para abdi dalem kraton Jogja mengabdi..??. Saya tdk apriori PNS atau jeolus, Mari kita tanya dlm hati. Seberapakah besar kontribusi PNS di Bantul untuk Kemajuan bantul...?, dibanding sektor swasta. Saya tidak menafikkan kerja PNS. Saya tinggal lebih 20 th, dan masih sering balek neng Bantul. Jgn dihub. dg APBD &APBN.

  • MAYANGSARIdikirim Rabu Legi, 13 Mei 2009 05:23 WIB

    Untuk Bung S.Wahyudi, pendapat anda bahwa di era akhir 70-an, jarang ada orang mau jadi PNS, sepertinya mengingatkan saya pada masa2 kecil dulu..Waktu masih SD, sering ortu, tetangga, kenalan2 bilang, hayoo belajar yg rajin, biar besok bisa jadi dokter, insinyur, dsb..tapi anehnya, profesi PNS gak disebut tuh..Belum pernah saya dengar ada ortu bilang ke anaknya yg masih kecil, hayoo Le, sinau singg nggenah ben sesuk dadi PNS..Masih ingat juga saya, setiap mau Pemilu, tetangga2 pada ngbrol2 nyelethuk, lhaa kae sing PNS wis mesthi menang partaine..Di sebuah majalah terkenal, di th.80-an, majalah tsb memuat tajuk utama.."PNS,Deritamu dulu & kini.." lengkap dengan ilustrasi seorang PNS berseragam Korpri sedang topang dagu,expresinya nglokro..Waktu itu, karena masih SD,yg ada dlm pikiran saya, PNS tuh katanya pegawai negara, tapi kok kesannya menderita ya..? Karena waktu itu saya pikir, sebagai pegawai negara, seharusnya gaji PNS yaa sama dengan gaji menteri dsb.

  • MAYANGSARIdikirim Rabu Legi, 13 Mei 2009 05:29 WIB

    Dulu waktu masih SMP sampai kuliah, tak prnah terfikir sekalipun bagi saya untuk jadi PNS..Justru waktu itu, saya malah risih lihat PNS. Sudah seragamnya gak modis, warnanya norak (waktu itu th.91-an, seragam PNS warnya hijau hansip), tiap awal bulan pulang bawa beras segala..!! Profesi yg diimpikan orang waktu itu umumnya kerja di Bank,consultant, pake kemeja, jas, dasi, blazer,poko knya keren daah..Apalagi waktu itu,saya sebel bener lihat seragam korpri. Blass gak ada cita2 buat jadi PNS. Eehh, dasar kualat kali yaa, sekarang saya malah menjadi salah satunya...hehheheehhe

  • wahabdikirim Rabu Legi, 13 Mei 2009 11:08 WIB

    selamat kepada rekan rekan pns di bantul yang mendapat penghargaan satya lencana karya satya.semoga menambah semangat bekerja.kalau saya sejak dari kecil emang cita2 nya jadi pns, meski gaji nya kecil,itu dulu,sekarang dah lumayan. heheheheh .aq jd pns dah 25 th, tp lom pernah terima yg 10,20th.mungkin hanya mslh nasib aja,hahah aha

  • om Bertusdikirim Rabu Legi, 13 Mei 2009 12:05 WIB

    kalau sekarang anak muda berduyun-duyun mendaftar jadi PNS, ada beberapa penyebab:susahnya mencari pekerjaan; banyaknya pengangguran; banyaknya lulusan/ angkatan kerja; out sourshing di sektor swasta; untung-untungan siapa tahu diterima; kalau sudah jadi PNS kerjane relatif santai ( sesungguhnya tidak semua), jarang terjadi PNS dipecat nek gak kebangeten...., bisa naik derajat ( apalagi kalau punya embel-embel gelar berderet-deret ,makanya sekarang lowongan PNS naik daun.....

  • ajisokodikirim Rabu Legi, 13 Mei 2009 14:34 WIB

    Banyak profesor yang dipinjem ke pemerintahan, ning standarnya kiro kiro emoh nek standare dipadhake karo PNS. hik.. hik mana du........ik e.....

  • s wahyudidikirim Kamis Pahing, 14 Mei 2009 08:13 WIB

    Mas Ajisoko, profesor PNS yang dipinjem di pemrentahan standar gajinya ya sesue dengen gol pangkatnya (PNS gol IV/d ato IV/e, maka di level kabupaten sanget jarang pinjem profesor untuk dibirokratken) temtu saja kbanyakan masa kerjanya diatas 25 tahun, slaen gaji pokok plus etc., maka tunjangan fungsional yang cuma 1,3 juta/bulan-- (padahal untuk langganan jurnal ilmiah LN 3 judul saja skitar Rp15 juta per tahun kluar dari kantong sendiri lho)-- dapet di ganti tunjangan struktural sesue dengen eselonnya. Tapi ada juga profesor yang nyambi jadi konsultan prusahaan JV dengen imbalan cuma US$ 60,000.00 per tahun lho, mekaten lepat nyuwun pangapunten.

  • Mundhoridikirim Kamis Pahing, 14 Mei 2009 10:20 WIB

    Substansi yang ingin saya sampaikan dlm komentar yg lalu adalah : Seorang professor yang PNS, masuk dlm jajaran birokrasi otorita keilmuannya kebanyakan akan terkungkung oleh system kerja instansinya. Karena disitu setiap pegawai sudah ditentukan jobdesnya, tupoksinya dan batasan lainnya. Kecuali yg punya kompetensi sama dg jenis pekerjaan, seperti dosen, guru dsb. Sedangkan para professor yg digambarkan berhasil memberikan warna dan motivasi hebat di lingkungan kerjanya, kebanykan mereka bukan PNS, tetapi pejabat politis,atau pimpinan lembaga swasta yg tentu saja punya otorita dan indepensi tersendiri. Maaf dan nuwun...

  • agusdikirim Kamis Pahing, 14 Mei 2009 10:30 WIB

    Kenapa Map Satya lencana dari BKD Bantul kok 1 Map untuk beberapa orang penerima? Terima kasih.

  • s wahyudidikirim Kamis Pahing, 14 Mei 2009 13:11 WIB

    tanpa mengurangi apresiasi saya terhadep Pak Mundhori, dan tidak bermangsud mbela profesor; justru profesor yang PNS-lah yang dapet mempengaruhi sistem pemrentahan, kerna pangkat mreka sbage pembina utama madya/pembina utama (notabene:system creator), lha profesor kok di politik itu apa ada gelar akademik tertinggi yang diberiken oleh parpol? anehkan? mustinya profesor dulu baru terjun ke politik. Apalagi profesor pkerjaan pokoknya memimpin lembaga swasta ini lebeh aneh, kcuali lembaga swastanya adalah perguruan tinggi; justru otorita keilmuan profesor aken terkungkung oleh sistem kerja instansinya kalo profesor tsb kerja di bidang pendidikan sesue subject dengen gelarnya kerna harus taat aturan maen & perundang-undangan. kmbali ke topik, kebanyakan profesor PNS sudah trima SLKS dari presiden, mekaten lepat nyuwun pangapunten

  • S HADISUPARMONOdikirim Jumat Pon, 15 Mei 2009 11:07 WIB

    IKUT MENGUCAPKAN SELAMAT, SEMOGA MAMPU MAKIN MENINGKATKAN PENGABDIAN KEPADA RAKYAT DAN REPUBLIK YANG KITA CINTAI, KITA TEMPATI, KITA BANGGAKAN. TERIRING DOA, SEMOGA NEGERI INI BENAR-BENAR MAMPU MENJADI MACAN ASIA YANG BERMANFAAT BAGI UMAT MANUSIA, AMIN. Tuhan memberkati kita semua.

  • AGUS DARMADJIdikirim Sabtu Wage, 16 Mei 2009 11:44 WIB

    Selamat untuk yang menerima, saran agar kedepan untuk usulan satya lencana karya satya juga perlu ada pertimbangan khusus dari kepala SKPD tentang kinerja PNS yang bersangkutan layak atau tidak untuk menerima satya lencana tidak hanya pertimbangan DP3 dan lama bekerja perlu ada surat keterangan dari kepala satuan kerja masing masing dan untuk usulan yang ditolak/belum keluar agar instansi pengusul juga diberitahu sebelumnya terima kasih atas perhatiannya.

  • cpns 2009dikirim Sabtu Pahing, 18 Jul 2009 17:35 WIB

    ngomong2 soal PNS - CPNS, silahkan kunjungi kami. dapatkan kiat menarik, ebook dan berbagai latihan soal untuk terobos ujian CPNS ! jgn sampai terlewatkan. www.latihansoal.com

Kirim Komentar Berita
kode rahasia