Berita Bantul

RSS 2.0 Feed | Berita Lainnya

Selasa Kliwon, 16 Jun 2009 13:08 WIB | dibaca (1945) | Komentar

Grand Opening PT Ameya Living Sytle Pajangan, Bertekad membangun bangsa

Wabup Bantul Drs.H Sumarno melakukan grand opening pabrik garmen PT.Ameya Living Style, Selasa ( 16/6) Dusun Gupawarak Sendangsari Pajangan Bantul. Pabrik yang beroperasi tahun 2008 ini merupakan kerjasama modal Jerman dan India. Pabrik ini memproduksi garmen yang diekspor ke luar negeri, seperti Jeman.

Dalam sambutannya Wabup Bantul mengucapkan rasa terima kasihnya atas pendirian pabrik ini. Pabrik ini merupakan perwujudan dari kebangkitan Bantul secara ekonomi pasca gempa bumi 2006. Semoga ini menandakan kebangkitan warga Bantul dan Indonesia pada umumnya. Sehingga banyak tenaga kerja lokal yang terserap dan mampu mengurangi pengangguran, katanya.

Dr.Suhirman dari PT Ameya mengatakan bahwa dengan tenaga kerja sekitar 1400 orang yang kebanyakan berasal dari warga lokal, Ameya bertekad untuk ikut membangun bangsa dan kemandirian. Berdirinya pabrik ini merupakan hasil kerjasama yang baik antar semua pihak, sehingga dengan penuh semangat kita berusaha membuat pabrik ini bermanfaat bagi semua pihak, ujarnya. (nurcholis)

  • om Bertusdikirim Selasa Kliwon, 16 Jun 2009 15:25 WIB

    beginilah seharusnya......pendirian lokasi pabrik dicarikan lahan yang tidak produktif.....( bukan sawah beririgasiteknis), tenaga kerja diambilkan dari sekitar perusahaan ( setidaknya untuk membetengi diri dari demo, kafrena ketidakpuasan warga), sehingga warga sekitar merasakan mafaat dengan keberadaan pabrik. Roda ekonomi warga sekitarpun dapat menggeliat, dengan berdirinya warung-warung kecil, penyedia makanan bagi pekerja. Moga-moga di bantul banyak perusahaan sejenis yang mampu menyerap tenaga kerja setempat. Lepat sepurane...

  • Pakjondikirim Rabu Legi, 17 Jun 2009 16:09 WIB

    Memang cocok jika menjadi kawasan industri, karena tanahnya kurang produktif. Banyak tenaga kerja yang bisa ditampung, juga perekonomian warga sekitar pabrik selain buka warung bisnis kos-kosan juga laku. Semoga ada perusahaan lain yang mendirikan usaha di daerah tersebut, sehingga bisa membawa kesejahteraan di wilayah Bantul pada umumnya.

  • s wahyudidikirim Jumat Pon, 19 Jun 2009 09:46 WIB

    temtunya Pemda mBantul sudah punya masterplan pengembangan daerah industri yang dirumusken dan dipetaken stelah melalui analisis dampak lingkungan, HCCP etc.etc. temtu saja untuk daerah industri sbaeknya tidak digunaken lahan produktip, oleh kerna itu perlu selektip dalem pemilihan investasi industri yg sesue dengen kondisi lingkungan/daerah tsb, musti diperatiken kuntinyuitas raw materialnya, "annual cost", akomodasi & transportasi, ketersediaan tenaga kerja lokal, pembuangan/pengolahan limbah, etc.etc. plus supra struktur juga harus jelas, mengiket dan punya law enforcement; barangkali smacem industri garment, perakitan elektronik/mekanik/motor/computer etc dapet diijinken berinvestasi di mBantul ini, maskipun hanya untuk komoditi ekspor ke Afrika ato Timteng misalnya. Siapa tahu aken ada TV plasma ato blue berry merk 'geplak" made in mBatul, mekaten lepat nyuwun pangapunten

  • Mundhoridikirim Senin Legi, 22 Jun 2009 09:30 WIB

    Ketika suatu wilayah berdasarkan master plan pemda ditetapkan sebagai wilayah industri, sudah pasti dipikirkan pula dampak bagi lingkungan dan masyarakatnya. Dampak positif merupakan tujuan utama, yaitu kesejahteraan.Sedangkan dampak negatip dpt digambarkan antara lain sebagai berikut. Bagi lingkungan tentu saja limbah industrinya. Bagi masyarakat akan terjadi perubahan sikap dan perilaku yg dpt bersifat negative. Karena kesejahteraan meningkat, maka akan muncul karakter konsumtif. Karena keterbatasan waktu disebabkan tertib jadwal kerja mengakibatkan relasi sosial mengendor. Kebiasaan kongko kongko dg warga lain bisa hilang, yg dpt terjadinya erosi kerukunan. Untuk mengisi waktu senggangnya untk relaksasi dibutuhkan hiburan bersiufat instank, pop dan mudah bangkitkan semangat baru. Apalagi kalau bukan eksploitasi bersifat sensasi dan erotik. Mungkin itu masalah selanjutnya yg perlu dipikir dicarikan antisipasinya. Nuwun.

  • dodidikirim Rabu Pon, 24 Jun 2009 08:45 WIB

    itu tindakan yang tepat. Mendirikan pabrik di daerah yang kurang produktif.Sehinnga peningkatan tanpa mengorbankan lahan produktif

  • ipunkdikirim Rabu Pon, 29 Jul 2009 12:56 WIB

    bisa minta alamat e- mail PT Ameya Living Sytle mohon bisa membantu mencarikan alamt e- mailnya terima kasih

  • Sugiyantodikirim Ahad Wage, 7 Nov 2010 22:40 WIB

    Bagus lebih bagus kalo saya bisa diterima dan ikut kerja di pT AMEYA

  • de raharjodikirim Sabtu Kliwon, 24 Sep 2011 22:19 WIB

    masih adakah loeongan di pt ameya living style bantul.. untuk posisi produksi, atau finishing

  • dian mayangsaridikirim Jumat Legi, 19 Sep 2014 19:53 WIB

    pt ameya memang pt yg handal bravo ameya saya adalah mantan karyawan ameya melihat cara merekrut karyawan memang pinter dari yg belum bs jahit diajarin sampe bs menjadi pinter dan bs membuat pabrik maju hanya dengan anak yang baru lulus sekolah

  • dian mayangsaridikirim Jumat Legi, 19 Sep 2014 19:58 WIB

    untuk pt ameya yang sangat disayangkan menurut saya tidak mendapatkan surat pengalamam kerja padahal saya sudah kerja 7 bulan dan saya sudah menanyakan pada pak wira yg saat itu berkunjung ke pt bng dan pak wira mengatakan berhak mendapatkan surat pengalaman kerja hrdnya saya lupa kira2 tahun 2010 terima kasih bravo ameya

Kirim Komentar Berita
kode rahasia