Data Pokok Pembangunan
SUMBER DAYA ALAM
PERTAMBANGAN DAN BAHAN GALIAN
Kabupaten Bantul selain mempunyai keunggulan di sektor pertanian juga memiliki
potensi dengan sumber daya alamnya (SDA). Bahan tambang yang ada meliputi pasir/kerikil,
tanah liat, batu putih/batu gamping, kalsit, breksi, batu apung, mangaan, andesit,
tras, bentonit, dan pasir besi.
Di Kecamatan Dlingo memiliki Khusus bahan galian mangaan (bahan galian Golongan
B) dengan cadangan yang relatif sedikit dan tidak berpotensi untuk ditambang.
Pertambangan bahan galian di Kabupaten Bantul umumnya ditambang oleh masyarakat
setempat dengan menggunakan ijin SIPR, akan tetapi sampai saat ini banyak penambangan
yang tidak berijin. Berdasarkan data pada yang masuk maka jumlah usaha penggalian
bahan tambang dari tahun 2007 sampai tahun 2008 mengalami kenaikan. Bahan galian
yang telah diusahakan adalah tanah liat sebagai bahan pembuatan bata merah,
gerabah, dan keramik serta digunakan sebagai bahan urug. Untuk pasir/kerikil
digunakan sebagai bahan bangunan dan untuk batu putih/batu gamping yang umumnya
digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan kapur tohor. Sedangkan Breksi
batu apung telah dimanfaatkan sebagai bahan pondasi ringan, ornamen/partisi,
breksi “cone”, dan barang kerajinan. Bahan galian yang berpotensi untuk dikembangkan
adalah Pasir besi yang terdapat di kawasan pantai dan dalam penambangannya,
perlu perhatian khusus pada aspek lingkungan.