Berita Bantul

RSS 2.0 Feed | Berita Lainnya

Jumat Wage, 5 Jun 2009 12:51 WIB | dibaca (4781) | Komentar

Standart Chartered Bank dan Sampoerna Foundation Dukung Pelatihan Guru SD di Bantul

150 guru dari 40 SD di Bantul dan Gunung Kidul ikuti program pelatihan yang bertajuk Profesionalisme Guru, Masa Depan Bangsa kerjasama antara Standart Chartered Bank, Sampoerno Foundation (SF) dan Pemda Kab Bantul. Kegiatan berlangsung dari awal Pebruari s.d bulan Juni 2009 dengan dana senilai Rp. 800 juta. Penyerahan sertifikat kepada para peserta dilakukan saat penutupan Program Pelatihan yang berlangsung di Pendopo Parasamya Bantul, Jumat (5/6), yang dihadiri oleh jajaran Muspida, Ka Dinas Pendidikan Dasar Kabupaten Bantul dan Gunung Kidul, CEO Standart Chartered Bank, President SF dan tamu undangan lainnya.

CEO Standart Chartered Bank, Simon Morris menyatakan, Dukungan dalam program ini adalah salah satu komitment Standart Chartered Bank melalui program-program sosial kemasyarakatan,khususnya dalam menyiapkan masa depan yang lebih baik untuk anak-anak Indonesia melalui pendidikan berkualitas. Kami percaya hanya dengan guru yang professional dan bekualitas kita dapat mewujudkan hal tersebut, dan ini bukti nyata bagi kami sebagai mitra para pemangku kepentingan termasuk masyarakat luas. tegasnya.

Sementara President of Sampoerno Foundation, Ron Parkinson menyampaikan komitmennya, Guru sangat perlu untuk selalu meningkatkan profesionalismenya, Karena merupakan kunci utama dalam keberhasilan pendidikan. Untuk itu kami berterima kasih atas kepercayaan dari Standart Charter Bank memilih lembaga kami menjadi mitra dalam peningkatan profesionalisme guru demi pendidikan di Indonesia yang lebih baik. katanya.

Ini adalah merupakan program lanjutan katanya lagi, setelah sebelumnya menyalurkan 500 beasiswa bagi siswa SD, SMP dan SMA dan mahasiswa korban gempa 2006 serta membengun lima SD di DIY.

Program Pelatihan Guru ini untuk Bantul dipusatkan di SDN I Jetis dan Gunungkidul dipusatkan di SMK N Wonosari. Sedangkan pelatihan terbagi dalam tiga tahap.

Bupati Bantul Drs. HM Idham Samawi pada kesempatan tersebut menyampaikan terima kasihnya. Kami sangat berterima kasih dengan ditunjuknya Bantul sebagai penerima bantuan bidang pendidikan ini. Karena hal ini sangat sesuai dengan program peningkatan kualitas pendidikan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kab. Bantul. tegasnya. (Sit)

  • dibjodikirim Jumat Wage, 5 Jun 2009 13:24 WIB

    pertama yg saya ucapkan adalah salu atas program ini,karena sosok guru adalah suatu figur sentral dlm hal pencerdasan bangsa,oleh karena itu maka perlu dijaga kualitasnya dengan cara pelatihan seperti ini.dan yg penting lagi adalah bagaimana menjaga agar kompetensi guru tetap stabil,tidak berubah oleh mangalirnya waktu,dg cara uji ulang secara periodik,sehingga SKA nya tetap terjaga sesuai dg standar yg telah ditentukan,jadi bahasa terangnya sertifikat itu tidak berlaku selamanya tetapi ada batasan masa berlakunya ......nuwun..maaf kalau pandangan ini salah.....

  • s wahyudidikirim Jumat Wage, 5 Jun 2009 15:19 WIB

    perhatian Standart Chartered Bank & Sampurno Foundation patut di acungi daripada jempol; terlebeh lagi sustainable programs ini merupaken kelanjutan bantuan paska gempa yang berujud beasiswa dan pembangunan gedung sekolah. Aken semangkin elok kalo bantuan berikutnya dalah sarana & prasarana pendidikan utamanya dalem bidang teknologi inpormasi & pembelajaran (slaen unit komputer & jejaring internet juga pasilitas audiovisual ato alat peraga yang dapet mengembangken aspek apektip, motorik, kinestetik etc.etc. disesueken dengen lepel skolahnya), mengenget skolah gratis tanpa dana pendidikan yang memadai untuk meningkatken mutu & sarpras education & learning sesue tututan jaman, sami mawon dengen pembohongan terhadep publik; nyambung Mas Dibyo, sertipikat sperti tsb di atas memang dibatasi masa berlakunya untuk "kum" angka kredit, ini laen dengen sertipikat hasil sertipikasi guru/dosen, mekaten lepat nyuwun pangapunten