Berita Bantul

RSS 2.0 Feed | Berita Lainnya

Senin Kliwon, 25 Agt 2008 17:04 WIB | dibaca (2204) | Komentar

Nyadran Makam Sewu dimeriahkan Kirab Jodhang

Masyarakat Desa Wijirejo, Pandak menggelar tradisi Nyadran di Makam Sewu, Senin (28/05). Kali ini, rangkaian upacara tradisional dimeriahkan dengan Kirab Jodhang dari Balai Desa Wijirejo menuju Pendopo Makam Sewu. Wakil Bupati Bantul Drs Sumarno Prs turut dalam kirab budaya tersebut.

Di Pendopo Makam Sewu, rangkaian ritual diawali dengan penyerahan uba-rambe yang dimuat di dalam Jodhang, berupa jajan pasar, makanan tradisional dan buah-buahan. Selanjutnya, pembacaan Al-Qur'an, tahlilian, tabur bunga di makam, pemotongan tumpeng dan diakhiri dengan kenduri masal.

Wakil Bupati Bantul Drs Sumarno Prs mengutarakan Pemkab Bantul memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga Wijirejo yang mampu melestarikan budaya luhur, yang telah dilakukan sejak dahulu secara turun-temurun.

Dalam kesempatan ini, hadir pula Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantul Drs Suyoto HS MSi MMA berserta jajarannya, Muspika Pandak serta jajaran pamong Desa Wijirejo.

Tradisi Nyadran di Makam Sewu digelar setiap tahun, waktu pelaksanaannya setelah tanggal 20 bulan Ruwah penanggalan Jawa. Ditujukan untuk menghormati Panembahan Bodo seorang cicit dari Raja Majapahit Brawijaya V. Panembahan Bodo juga merupakan salah satu tokoh penyebar Agama Islam, murid dari Sunan Kalijaga. (admin)

  • Mundhoridikirim Rabu Pahing, 27 Agt 2008 11:25 WIB

    Ngleluri budaya luhur perlu diapresiasi.Upacara tradisional tahunan itu agar lebih elok perlu diagendakan dalam program pariwisata Bantul.Dan dipromosikan, terutama kepada wisatawan mancanegara.Di jaman IT Untuk lebih semarak dan menarik wisatawan perlu dipikirkan cara pengemasan yg lebih spektakuler.Namun tidak boleh lepas dario tampilan tradisonalnya. Suwun.

  • Purwantodikirim Ahad Kliwon, 14 Sep 2008 08:11 WIB

    Terus tetap dipertahankan warisan budaya bangsa disatusisi mempertahankan kebudayaan leluhur,disisilain untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat bantul dan sekitarnya.

  • purwantadikirim Selasa Pon, 7 Okt 2008 13:35 WIB

    Mohon dengan hormat kepada kepala dinas pariwisata atau Bupati kabupaten bantul untuk segera merenowasi makam panembahan bodo yang merupakan salah satu tokoh keturunan brawijaya dan tokoh penyebaran agama islam khususnya di daerah wijirejo dan umumnya dikabupaten bantul dan merupakan aset budaya kabupaten bantul yang harus dilestarikan.

  • ABDUL MAJIDdikirim Sabtu Pahing, 20 Mar 2010 11:50 WIB

    tetap dipertahankan aset budaya nguri-uri budaya jawa....insyalloh kita selalu membersihkan makam. Karena bapak kita dimakamkan di makam sewu....keluarga mbah amat benyo....salam untuk keluarga di Benyo...

  • Amien Ndikirim Selasa Pon, 3 Agt 2010 12:54 WIB

    Pak kalau boleh saya minta fotonya Pak Sumarno Prs (wabup Bantul) saat melakukan tatabur bunga dan kenduri serta ngrayah jodhang di Makam Panembahan Bodho Senin (2/8) kemarin. Soalnya aku belum sempat motre sendiri keburu pulang krn takut kemalaman. Foto tsb akan saya untuk bikin laporan di Majalah Basa Jawa Panyebar Semangat. matur nuwun.