Berita Bantul

RSS 2.0 Feed | Berita Lainnya

Senin Pon, 17 Jul 2017 14:51 WIB | dibaca (133) | Komentar

Desa Panggungharjo Terpilih dalam Program Desa Kreatif melalui Rehabilitasi Sosial Berbasiskan Masyarakat (RSBM) bagi Penyandang Disabilitas Daksa

Foto Berita 3105Bupati Bantul menyerahkan bantuan hibah penyandang disabilitas di Balai Desa Panggungharjo Bantul Bupati Bantul Drs. H. Suharsono secara resmi membuka Pelatihan Vokasional Penyandang Disabilitas Daksa dan Pencanangan Kecamatan Inklusi Kecamatan Sewon di Balai Desa Panggungharjo (17/7). Desa Panggungharjo sebagai pilot project pembangunan masyarakat inklusi sebagai spirit bagi desa-desa lainnya yang diwujudkan dengan penyediaan sarana aksesibilitas fisik maupun non fisik. Program Desa Kreatif melalui RSBM penyandang Disabilitas Daksa ini atas dukungan kerjasama dengan Pemerintah Korea dalam rangka membangun kemandirian hidup dan untuk menurunkan kemiskinan.

Hadir dalam acara ini Direktur Korea Disabled Peoples Development Institute (KODDI), Dirjen Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia, Kepala Dinas Sosial DIY, Kepala Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD), Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bantul, Camat, Muspika dan Lurah Desa Panggungharjo.

Acara diawali dengan sambutan Lurah Desa Panggungharjo Wahyudi Anggoro, S.Farm. Apt, sekitar tahun 2010 atas inisiatif warga desa Panggungharjo bersama-sama membentuk suatu forum dalam rangka untuk mempertemukan antara penyandang disabilitas dan non disabilitas, jadi di desa Panggungharjo inisiatif-inisiatif terkait dengan wahana kesejahteraan sosial berbasis masyarakat terkait rehabilitasi sosial berbasis masyarakat sudah diinisiasi oleh warga masyarakat dalam rangka bersama-sama menghormati atas hak-hak seluruh warga masyarakat di desa Panggungharjo.

Sementara itu Drs. AM. Asnandar. M.Sr sebagai penyelenggara menyampaikan bahwa acara pelatihan ini akan diselenggarakan mulai tanggal 17-23 Juli 2017 dengan tujuan untuk mewujudkan kondisi masyarakat yang inklusif dimana pemerintah pusat dan daerah bersinergi untuk mendorong masyarakat desa maupun perkotaan sebagai bentuk keberhasilan kegiatan sosialisai dari pemerintah pusat tentang pelaksanaan UU No. 8 tahun 2016 dalam membangun kesadaran masyarakat akan sifat inklusivitas tersebut.

Hadir langsung dalam acara ini Direktur Korea Disabled Peoples Development Institue (KODDI) Mrs. Park Young Joon mengatakan sangat senang dengan warga Indonesia, terutama warga desa panggungharjo yang sangat ramah dan sopan, juga berharap agar semua peserta pelatihan vokasional penyandang disabilitas daksa bisa berjalan secara lancar.

Disisi lain Dirjen Rehabilitas Sosial, Kementerian Sosial Republik Indonesia Dr. Marjuki dalam sambutannya menyampaikan agar pelaksanaan program desa kreatif melalui RSBM ini berjalan efektif, perlu dibangun mekanisme kerja yang melibatkan peran keluarga, masyarakat, dan seluruh stakeholders terkait terutama para kader pendamping yang telah dilatih dalan memberikan pendampingan usaha kemandirian mereka paska pelatihan vokasional.

"Sebagai cita-cita pembangunan masyarakat yang inklusif, saya mengajak dan menghimbau seluruh warga Kecamatan Sewon khususnya dan bantul umumnya dapat mengambil bagian terpenting sesuai fungsi dan peranan masing-masing dalam mewujudkan kondisi masyarakat yang inklusif." Tambah Dirjen Dr. Marjuki.

Bupati Bantul Drs. H. Suharsono menyampaikan dalam sambutannya, berharap kepada warga masyarakat bantul agar lebih menggugah keperduliaan terhadap warga penyandang disabilitas akan pentingnya kemandirian dan kesejahteraan mereka.

"Oleh karena itu, suatu kebahagiaan dari kami Pemerintah Kabupaten Bantul atas kepedulian yang begitu besar dari Direktur KODDI dari korea atas semua pemikiran yang telah tercurahkan dan bantuan yang telah tersalurkan kepada warga disabilitas di Kabupaten Bantul." Kata Bupati Bantul.

Acara diakhiri oleh Deklarasi Masyarakat Inklusif yang dipimpin oleh Camat Sewon, Drs. Danang Erwanto, Msi. dan dilanjutkan Doa penutup oleh Bp. Jamiludin S.Ag. (ny)