Berita Bantul

RSS 2.0 Feed | Berita Lainnya

Senin Legi, 16 Apr 2018 14:00 WIB | dibaca (343) | Komentar

Penilaian Puskesmas Berprestasi Tahun 2018 di Puskesmas Pajangan

Diskominfo-Tim Evaluasi Puskesmas Berprestasi Tingkat DIY melakukan Penilaian di Puskesmas Pajangan. Senin (16/4).

Dalam sambutanya Bupati Bantul yang diwakili Asisten Sumber Daya dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bantul, Drs. Totok Sudarto, M.Pd menyampaikan, atas nama Pemerintah Kabupaten Bantul mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada tim penilai Puskesmas Berprestasi Tingkat DIY yang telah hadir menilai langsung di Puskesmas Pajangan sebagai wakil Puskesmas Berpretasi di Kabupaten Bantul tahun 2018.

Fungsi Puskesmas yang semakin kompleks tentu saja senantiasa dituntut untuk meningkatkan kualitas pelayanannya kepada masyarakat. "Puskesmas harus mampu memberikan pelayanan terbaiknya sebagai bentuk kewajiban konstitusionalnya kepada masyarakat," katanya.

Dalam era otonomi daerah rancanangan pembangunan yang dihadapi memiliki kompleksitas yang semakin tinggi, kondisi seperti ini tentu memerlukan keterlibatan semua pihak termasuk didalamnya dalam hal ini Puskesmas. Dalam melakukan berbagai perubahan inovasi yang terkait dengan pembangunan kesehatan.

Di era saat ini pastinya menuntut adanya kualitas sumber daya manusia yang handal, yang peka dan reponsive terhadap tuntutan pelayanan yang diinginkan oleh warga masyarakat. Dalam prospektif ini Puskesmas sebagai salah satu komponen bangsa memiliki peran strategis pada kemajuan daerah dimasa yang akan datang, ujar Drs. Totok Sudarto, M.Pd.

Sementara Ketua Tim Penilai Puskesmas Berprestasi dr. Ahmad Ahadi MPH mengatakan, Penilian Puskesmas Berprestasi merupakan ekspetasi penghargaan masyarakat tepatnya jajaran Dinas Kesehatan lebih khusus jajaran Puskesmas.

Penilian Puskesmas Berprestasi sebagian besar itu adalah representasi dari pada akreditasi Puskesmas. "sehingga, ketika Penilaian Puskesmas Berprestasi sudah dapat, memperoleh hasil yang baik, didalam akreditasinya akan semakin berkembang," ucap dr. Ahmad Ahadi MPH.

(ang)