Berita Bantul

RSS 2.0 Feed | Berita Lainnya

Jumat Pahing, 14 Sep 2018 08:03 WIB | dibaca (220) | Komentar

Bupati Bantul : Dukung Program Gerakan Pendidikan Penggerak Perempuan Mandiri (GP3M)

Diskominfo - Pemerintah Kabupaten Bantul Dukung Program Nasional melalui Gerakan Pendidikan Penggerak Perempuan Mandiri (GP3M). GP3M bertujuan untuk menggerakkan masyarakat khususnya bagi kaum perempuan sehingga tidak ada lagi perempuan di Kabupaten Bantul yang termajinalkan. Hal itu dijelaskan Bupati Bantul Drs. H. Suharsono mengawali sambutannya ketika membuka Sarasehan dan Gebyar Produk dari Program GP3M yang dihadiri Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait Bantul Pendhopo Manggala Parasamya, Kamis (13/9).

Bupati Bantul mengapresiasi kepada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bantul Didik Warsito selaku leading Sector Program, untuk berdayakan kaum perempuan di setiap Kecamatan untuk membuat sentra produk tertentu yang disesuaikan dengan potensi setiap kecamatan.

Jadikan disetiap kecamatan menjadi Sentra penghasil kerajinan, makanan khas atau produk tanaman dan lainnya dan pelaku utama adalah kaum perempuan, sehingga tidak ada lagi perempuan yang termarjinalkan, namun yang ada adalah kaum perempuan Bantul yang mandiri dan produktif,terangnya.

Pemda Bantul akan mendukung kegiatan ini dengan dukungan penuh apalagi kegiatan ini sesuai dengan visi Bupati Bantul Suharsono yaitu menciptakan masyarakat Bantul yang sehat cerdas dan sejahtera tak terkuali memajukan dan memberdayakan kaum perempuan. Kepada Ibu-ibu PKK diminta konsen terhadap kegiatan dan diharapkan peran aktifnya dalam upaya memberdayakan ekonomi warga yang pelaku utamanya adalah kaum perempuan, terangnya.

Selain itu, Bupati Bantul juga meminta kepada Dispora, agar lebih fokus dalam membuat acara, artinya sesuai tema yang di usung Pemerintah Pusat. Kegiatan ini harus dapat menghasilkan atau muatan dari kegiatan nantinya dapat memberi kontribusi ke depan bagi kaum Perempuan Bantul untuk melanjutkan dan mengembangkan usahanya dalam kehidupan kesehariannya, sehingga kegiatan ini bermanfaat dan membawa peningkatan baik ekonomi maupun dikehidupan keluarganya,harapnya.

Sementara itu perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan DR. Santo menjelaskan dalam upaya meningkatkan kompetensi perempuan melalui jalur keterampilan, kewirausahaan, sehingga perempuan produktif dan dapat menambah penghasilan keluarga. Pemerintah Pusat memberikan sentuhan pendidikan kemasyarakatan bagi kaum perempuan melalui program Nasional Gerakan Pendidikan Penggerak Perempuan Mandiri (GP3M),paparnya.

Lebih jauh dia menjelaskan melalui GP3M, Pemerintah berharap meningkatnya kompetensi perempuan, sehingga mandiri dan mampu dengan memiliki penghasilan sendiri. Kabupaten Bantul merupakan salah satu dari 50 Kabupaten/Kota se-Indonesia yang dipercaya untuk melaksanakan GP3M untuk tahun 2018 dan itu didukung bantuan dana secara simultan dari Pemerintah Pusat,jelasnya.

Di sisi yang lain dia mengharapkan kepada perempuan untuk mengikuti perkembangan jaman, sebagai contoh di era digital ini ada kecenderungan perubahan gaya hidup, di mana dengan perangkat genggamnya seseorang bisa melakukan transaksi bisnis. Bisnis online kini sudah menjamur di Indonesia, hal ini ditandai dengan banyaknya layanan online sebanding dengan jumlah kepemilikan smartphone di Indonesia, menurut data terakhir dari Kominfo, jumlah pemilik perangkat cerdas melampaui jumlah penduduk, jelasnya.

Adapun Gebyar GP3M pagi ini, merupakan puncak acara dari pelaksanaan program pendididikan dan pemberdayaan perempuan mandiri berupa kegiatan sarasehan dan bazar dari Lembaga Pelatihan dan Ketrampilan (LPK) dengan melibatkan seluruh peserta pelatihan dari beberapa kecamatan di Kabupaten Bantul.

Menutup serangkaian acara digelar Sarasehan mendatangkan narasumber Ibu Wakil Penggerak PKK Hj. Emi Masruroh, S.Pd, owner Bahana Batik Erwin Yuniati dan Owner Thiwul Ayu Mbok Sum Ibu Triati. Dalam penyampaiannya ketiga narasumber memaparkan kiat-kiat bisnis, seperti kekuatan hobby yang dapat menghasilkan karya, the power of branding dari suatu produk dan bekal kejujuran dan kemantapan rohani dalam menjalankan suatu usaha atau bisnis.

(rch)