Berita Bantul

RSS 2.0 Feed | Berita Lainnya

Jumat Pahing, 14 Sep 2018 09:26 WIB | dibaca (235) | Komentar

Indonesia Gandeng Cisco Perkuat Talenta Digital

Foto Berita 3809 Menteri Komunikasi dan Infomatika Rudiantara mengajak Cisco untuk ikut berpartisipasi dalam membangun dan memperkuat kompetensi talenta digital di Indonesia. "Saya mengundang Cisco untuk ikut berpatisipasi dalam sekitar 20 ribu pelatihan teknis digital bersama 20 universitas di Indonesia sebagai knowledge partner," katanya usai pertemuan Presiden Joko Widodo yang didampingi lima menteri kabinet kerja dengan Pimpinan Cisco di sela World Economic Forum on ASEAN di Hanoi, Rabu (12/09/2018) kemarin.

Menurut Menteri Kominfo, talenta digital Indonesia menjadi "pekerjaan rumah" kementerian yang dipimpinya agar bisa mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. "Salah satu isu dalam ekonomi digital Indonesia adalah talenta. Kita bangun ekosistem agar ekonomi digital di Indonesia lebih kompetitif," ungkapnya.

Bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Kominfo membahas kerja sama percepatan digital dengan Cisco Global Leader/Global Innovation Officer Cisco, Guy Diedrich dan President Southeast Asia Naveen Menon, dan Managing Director Indonesia, and Marina Kacaribu.

Kerja sama Akselerasi Digital

Sebelumnya dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Cisco ASEAN Naveen Menon dan Managing Director Cisco Indonesia Marina Kacaribu, Pemerintah Indonesia dan Cisco bekerja sama menyelenggarakan program Country Digital Acceleration (CDA).

Kerja sama itu ditujukan untuk mempercepat agenda digitalisasi dan lebih efektif dalam memberikan layanan bagi masyarakat. Indonesia adalah negara pertama di Asia Tenggara yang menjadi bagian dari program ini.

Program di Indonesia ini akan fokus pada lima area utama, yaitu pemerintahan digital, industri digital, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) digital, keamanan siber, dan inklusi digital. Hal itu sejalan dengan Visi Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar di ASEAN pada tahun 2020 akan semakin mempercepat pertumbuhan tersebut.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia (BKPM) Thomas Lembong memperkirakan sekitar dua hingga tiga miliar dolar per tahun akan diinvestasikan ke sektor e-commerce.

Pemerintah harus menyediakan platform yang andal dan merumuskan peraturan untuk memastikan bahwa ekonomi digital mematuhi standar keamanan dunia maya serta memberikan kontribusi bagi kemakmuran masyarakat. Kami percaya bahwa kolaborasi ini akan mendukung tidak hanya e-commerce dan ekonomi digital, tetapi juga perkembangan Revolusi Industri 4.0 di Indonesia," tutur Thomas. (rch/kominfo)