Berita Bantul

RSS 2.0 Feed | Berita Lainnya

Selasa Pahing, 9 Okt 2018 13:08 WIB | dibaca (205) | Komentar

Peringati HUT ke-36 SMA N 1 Sanden Launching Sekolah Berbasis Budaya

Diskominfo - Wayang Gedhog sebagai salah satu artefak seni budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta yang sarat dengan nilai-nilai luhur yang tergambar pada tokoh-tokoh wayang tersebut kurang begitu dikenal di masyarakat. Kesenian wayang yang banyak dikenal masyarakat umum adalah seni wayang purwa, oleh karena itu SMA 1 Sanden berusaha memperkenalkan dan mengangkat wayang Gedhog sebagai ikon ungggulan dalam rangka membentuk karakter peserta didik dengan mengimplementasikan dalam pembelajaran di sekolah baik intrakulikuler maupun ekstrakurikuler.

Hal itu diungkapkan Kepala Sekolah SMA N 1 Sanden Sarwono, M.Pd pada acara Launching Sekolah Berbasis Budaya, sekaligus memperingati HUT ke-36 SMA N 1 Sanden. Acara digelar di halaman sekolah. Hadir pada acara tersebut Bupati Bantul Drs. H. Suharsono, Muspika Kecamatan Sanden, Dalang Ki Sugito, S.Sn, civitas akademika dan awak media.

Acara tersebut diawali dengan kemeriahan Sendratari oleh siswa-siswi SMA N 1 Sanden yang tergabung dalam Sanggar Seni Sekar Taji asuhan Kak Nanang. Dengan iringan gamelan, sendratari tersebut mampu menarik perhatian para tamu undangan diperhelatan tersebut. Perpaduan antara seni gerak dan seni musik gamelan tampil apik menyemarakkan kegaiatan launching tersebut.

Sementara Bupati Bantul Suharsono dalam sebagian sambutannya, atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul mengapresiasi tinggi segala daya upaya SMAN 1 Sanden nguri-uri budaya leluhur khususnya wayang Gedhog. Semoga semangat mencintai seni ini dicontoh oleh semua sekolah di Bantul, sehingga kelestarian seni budaya adiluhung terpelihara dan terjaga baik dari kemusnahan atau diklaim milik negara tertentu.

(rch)