Berita Bantul

RSS 2.0 Feed | Berita Lainnya

Sabtu Wage, 19 Jan 2019 08:49 WIB | dibaca (238) | Komentar

Segarkan OPD, Bupati Lantik Jajaran Struktural dan Fungsional Baru

BANTUL, DISKOMINFO - Guna mengoptimalkan dan menyegarkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Bupati Bantul, Suharsono melantik dan mengambil sumpah jabatan 229 orang PNS Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bantul di Pendopo Manggala Parasamya, Jumat (18/1).

Dalam laporannya Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bantul, Danu Suswaryanta menyebutkan, pelantikan dan sumpah jabatan ini terdiri dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama sebanyak 9 orang, Jabatan Administrator sebanyak 61 orang, Jabatan Pengawas sebanyak 112 orang, Jabatan Fungsional Arsiparis sebanyak 1 orang, Jabatan Sanitarian sebanyak 1 orang, Kepala Sekolah SD sebanyak 38 orang, Kepala Sekolah SMP sebanyak 5 orang serta Kepala UPTD Puskesmas sebanyak 2 orang.

Lebih lanjut Danu Suswaryanta mengatakan, proses mutasi dan promosi jabatan struktural dan fungsional itu merupakan hal yang biasa. Sebab hal tersebut sebagai bagian dari pembinaan dan penataan jajaran di lingkungan Pemkab Bantul. Mutasi dan promosi jabatan yang dilakukan Bupati Bantul Suharsono tersebut sifatnya periodisasi dan merupakan bentuk dinamika manajemen birokrasi.

"Proses mutasi dan promosi jabatan struktural dan fungsional merupakan bagian dari proses pembinaan dan penataan ASN, di tahun 2018 kita merombak jajaran struktural dan fungsional tiga kali, adapun di awal tahun ini jadwalkan satu kali ini," terang Danu.

Danu melanjutkan mutasi dan promosi jabatan PNS berlatar belakang juga sebagai proses pembinaan karier, merupakan kewajaran dan harus dilakukan karena jabatan PNS itu berjenjang.

Sementara itu Bupati Bantul Suharsono mengharapkan dengan perombakan jajaran strukural dan fungsional ini dapat menyegarkan birokrasi dan mengoptimalkan peran OPD dalam pembangunan daerah dan pelayanan publik. "Birokrasi harus tetap disiplin untuk mewujudkan kinerja yang bermanfaat bagi masyarakat, peran birokrasi yang bersih efisien melayani sangatlah penting. Birokrasi harus mampu katalisator perubahan masyarakat kearah yang lebih baik," tuturnya.

Meningkatnya profesional ASN sudah tidak dapat ditawar lagi. Kita sudah tidak bisa lagi mentolerir ASN yang asal kerja saja. Setiap ASN dituntut kontribusi yang jelas dan terukur, berfikir maju dan selalu menjalin jiwa gotong royong, sehingga kita semua mampu mewujudkan birokrasi yang bersih, efektif, efisien dan akuntabel.

"Jabatan baru jangan sampai membuat saudara loyo tak bergairah. Jadikanlah jabatan baru sebagai tantangan berkarya dan melayani masyarakat," tambah Bupati Bantul.

(rch)