Berita Bantul

RSS 2.0 Feed | Berita Lainnya

Sabtu Pon, 2 Feb 2019 21:42 WIB | dibaca (228) | Komentar

Peringati Hari Lahan Basah Sedunia, Empat Sekolah di Bantul Tanam Pohon di Mangrove

Foto Berita 3963 KRETEK, DISKOMINFO- Dalam rangka memperingati Hari Lahan Basah Sedunia, empat Sekolah Peduli Lingkungan di Kabupaten Bantul masing-masing SMKN 1 Sewon, SMAN 1 Imogiri, SMPN 2 Imogiri dan MTsN 5 Bantul melakukan penanaman pohon bakau di Muara Opak Kawasan Mangrove Baros Tirtohargo Kretek Bantul, Sabtu (2/2/2019). Kegiatan yang digagas SMKN 1 Sewon tersebut dihadiri Kabag Administrasi Kesra Pemkab Bantul Sukamta, S.Pd, Carik Desa Tirtohargo Junianto Handoko,S.Pd.I, Divisi Konservasi Keluarga Pemuda Pemudi Baros (KP2B) Dwi Ratmanto dan para guru pendamping.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Bantul, Sukamta, S.Pd mengaku bangga dengan kreatifitas empat sekolah yang turut serta dalam kegiatan. Upaya yang dilakukan tersebut tentu akan berdampak pada pelestarian lingkungan khusus menjaga abrasi pantai.

Koordinator kegiatan Jatmiko S.Pd menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan lingkungan khususnya kawasan pantai, sekaligus menjalin silaturahim antara sekolah yang memiliki visi misi sama yakni turut mendukung upaya pelestarian lingkungan.

Bersama tiga sekolah imbas, SMKN 1 Sewon berinisiatif menyelenggarakan kegiatan ini. "Meski hanya 170 pohon yang ditanam pada hari ini, kita berharap dapat tumbuh dan dapat membentengi kawasan ini dari abrasi," ujarnya.

Sementara itu, Dwi Ratmanto mengungkapkan, seluruh sungai yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta ini masuknya melalui muara Opak di mangrove, bahkan musim kemarau pun tetap ada banjir. Mangrove ini adalah kawasan yang paling lengkap ekosistemnya baik darat maupun air, sehingga di mangrove ini ada 48 jenis burung yang hidup, baik burung darat maupun air.

"Sengaja disini kita tidak membuat pagar beton untuk menjaga abrasi, karena itu tidak ramah lingkungan. Kita menggunakan cara yang ramah lingkungan dengan penanaman pohon bakau agar kerang, ikan, aneka ragam burung dan udang tetap ada," imbuh Dwi.

Dalam kegiatan tersebut pohon yang ditanam adalah Rezopora Mukronata yakni bakau yang jenisnya paling besar. Para peserta dipandu dalam penanaman tersebut, apabila polybag masih utuh maka harus disobek sedikit agar tidak mengganggu tumbuhnya akar, namun apabila polybag tak utuh lagi, langsung bisa ditanam. Penanaman yang dilakukan ada yang satu lubang untuk satu tanaman, namun ada pula yang satu lubang untuk dua atau bahkan tiga dengan diberi tali agar tidak roboh.

Ketua Tim Hijau Berseri Matsamaba MTsN 5 Bantul Drs. Sutanto mengaku senang dapat ikut serta dalam kegiatan yang sangat positif ini. Sebagai salah satu sekolah imbas dari SMKN 1 Sewon yang sedang merintis menjadi Sekolah Adiwiyata, Matsamaba harus berperan aktif dalam berbagai kegiatan yang terkait dengan lingkungan. "Setelah mendapat berbagai bimbingan teknis menuju Sekolah Adiwiyata, kami terus bergerak dengan aktif menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, melakukan aksi nyata mendukung pelestarian lingkungan sebagimana kegiatan ini," tegasnya. (sutanto)