Berita Bantul

RSS 2.0 Feed | Berita Lainnya

Jumat Pon, 22 Feb 2019 10:11 WIB | dibaca (203) | Komentar

Keberhasilan Program Jogja Smart Province, Harus Didukung Kolaborasi Daerah

DISKOMINFO - Guna memantabkan koordinasi pelaksanaan program Jogja Smart Province, jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika se DIY, yang tergabung dalam wadah Forum Komunikasi (Forkom) Diskominfo DIY, melaksanakan pertemuan rutin di KJ Hotel Yogyakarta. Senin (18/2).

Forum Komunikasi dibuka oleh Kepala Diskominfo Pemda DIY Ir. Roni Primanta Hari, M.T., dalam sambutan pembukaannya menyampaikan, bahwa berbagai masalah yang tidak dapat dipecahkan oleh satu pihak, diminta seluruh kabupaten/kota di DIY harus berkolaborasi untuk mengatasi isu-isu strategis yang terjadi. Dengan program Jogja Smart Province diharapkan berbagai permasalahan yang terjadi dapat diatasi, kata Roni.

Lebih lanjut Roni menyampaikan, proses implementasi Jogja Smart Province selama ini masih dalam tahapan membuat kesepakan-kesepakatan yang akan dikolaborasikan sesuai dengan prioritas daerah masing-masing. Misalnya Kabupaten Sleman menjadikan sektor kesehatan sebagai prioritas, maka sektor kesehatan dapat dijadikan isu utama untuk program smart city, terangnya.

Pendekatan kreatif dan inovatif dari Pemerintah DIY dan setiap kelompok pemangku kepentingan dalam penyelesaian isu strategis dan/atau pengembangan sektor unggulan DIY melalui optimalisasi pendayagunaan teknologi, integrasi data, dan kolaborasi antar wilayah untuk mengakselerasi terwujudnya kehidupan masyarakat Jogja yang lebih sejahtera, sehat, nyaman, dan aman.

Di sisi yang lain maraknya isu dan permasalahan yang dirasakan/dialami bersama, misal: Pembangunan fasilitas perekonomian terkonsentrasi di Sleman selatan dan Yogyakarta utara, Daerah terdampak bencana Gunung Merapi meliputi Sleman, Yogyakarta, dan Bantul, Banyaknya institusi pendidikan yang terkonsentrasi di kota Yogya dan kabupaten Sleman, sebaran kegiatan ekonomi yang tidak merata, Banyaknya obyek wisata (Borobudur, Prambanan, dan lain-lain) serta mobilitas wisatawan pada kawasan yang luas dan tumbuhnya aktivitas Meetings, incentives, conferences and exhibitions (MICE).

Hasil akhir yang diharapkan yaitu terwujudnya integrasi sistem dan kolaborasi system sehingga permasalahan-permasalahan yang terjadi dapat terselesaikan dengan menggunakan data yang akurat. Setiap Kabupaten/Kota dapat memperoleh Danais dengan cara mengusulkan melalui Dinas Kebudayaan masing-masing memalui surat yang ditujukan ke Propinsi, tambah Roni.

Sementara itu narasumber dari Gamatechno menyampaikan bahwa big data merupakan data dengan volume yang besar, baik data yang terstruktur maupun tidak terstruktur. Big data sangat penting karena dapat bermanfaat untuk memaksimalkan pelayanan publik dan merencanakan kebijakan publik. (Diskominfo Bantul)