Berita Bantul

RSS 2.0 Feed | Berita Lainnya

Selasa Legi, 12 Mar 2019 16:18 WIB | dibaca (66) | Komentar

Sebanyak 100 Orang Pelaku Pariwisata Nasional dan Manca Negara Berkunjung di Kebonagung

Pelaku pariwisata tingkat nasional dan manca negara diantaranya dari 28 provinsi se Indonesia dan beberapa dari Malaysia, Thailand dan Korea berkunjung di desa wisata Kebonagung Imogiri atas undangan Jogja Istimewa Travel Exchange (JITEX) untuk promosikan destinasi wisata yang ada di Bantul. Kedatangannya diterima oleh Lurah Desa Kebonagung Yulianto di Pendopo Dusun Kebonagung, Selasa (12/3).

Saat menyampaikan selamat datangnya kepada rombongan tamu, Yulianto diantaranya menyampaikan bahwa Desa Kebonagung merupakan salah satu sentra pertanian yang letaknya di kampung tradisional. Untuk mengoncori pertanian, beberapa puluh tahun lalu para tokoh desa membuat bendungan di Sungai Opak yang melewati wilayah desa kebonagung. Mulai tahun 1998 dengan kekayaan alam dan pertanian yang dimiliki, kekayaan alam tersebut menjadi destinasi wisata alam pedusunan yang ditawarkan lewat pelaku pariwisata yang sering berkunjung di tempat-tempat wisata di wilayah Kecamatan Imogiri.

Kami berharap, tambah Yulianto, para pelaku travel agent untuk bisa lebih memperkenalkan kepada masyarakat luas, agar desa wisata Kebonagung bisa lebih eksis.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul Kwintarto, SH menyampaikan terima kasih kepada JITEX yang telah menyertakan Bantul untuk dipromosikan ke dunia pariwisata nasional maupun internasional.

Kwintarto menambahkan bahwa di wilayah selatan Bantul terdapat pantai yang menjadi beberapa bagian destinasi wisata, salah satunya yang terdapat gumuk pasir yang langka, hanya ada dua di dunia yaitu di Mexico dan Bantul ini. Kabupaten Bantul juga akan menciptakan sebagian dari pantai selatan bebas dari pedagang, sehingga bisa untuk bersantai para turis seperti Pantai Kuta di Bali.

Dia juga menjelaskan bahwa saat ini destinasi wisata alam banyak menarik wisatawan lokal, sedangkan wisatawan manca negara lebih tertarik destinasi wisata budaya dan wisata pertanian, seperti pasar tradisional di tengah pedalaman kampung seperti yang ada di wilayah Pajangan yang sebentar lagi akan akan dikelola lebih baik lagi.

Pada kesempatan tersebut Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia ( ASPPI) Lilis Yuniastuti saat ditemui menyampaikan bahwa program JITEX dengan mendatangkan pelaku pariwisata tingkat nasional maupun internasional ini merupakan event tahunan. "Sudah tiga kali JITEX melakukan program ini, di tahun 2016. 2017 dan tahun 2019. Kali ini kami datangkan mereka untuk mengeksplor destinasi wisata di wilayah gunung merapi sleman dan destinasi wisata yang ada di Bantul" kata Lilis.

Perjalanan dilanjutkan menuju museum Geospacial dan gumuk pasir pantai selatan. (Siti Zum)