Berita Bantul

RSS 2.0 Feed | Berita Lainnya

Selasa Wage, 22 Jan 2008 14:16 WIB | dibaca (2997) | Komentar

Pemkab Bantul Angarkan Rp 88,525 M, untuk Program Pengentasan 67.589 KK Miskin

Pemerintah Kabupaten Bantul dalam tahun anggaran 2008 menganggarkan dana sebesar Rp 88,525 Milyard untuk program pengentasan kemiskinan bagi 67.589 KK miskin terdiri dari 240.427 jiwa. Dana sebesar itu antara lain berasal dari APBN melalui program PNPM Mandiri Pedesaan, P2SP. PNPM Mandiri Perkotaan, dari APBD Provinsi melalui program CD ( Comunity Development ) serta dari APBD Kabupaten melalui program kegiatan seperti Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Miskin ( PEKM ), CDMK, pelatihan ketrampilan bagi keluarga miskin, alih profesi penambang pasir di daerah terlarang, sertifikasi produk makanan dan minuman dari keluarga miskin, dukungan Program Pengembangan Pembangunan Sistem Partisipatif ( P2SP ) serta dukungan PPK.

Hal itu disampaikan Sekda Bantul Drs. Gendut Sudarto Kd, BSc, MMA berkaitan dengan program penurunan jumlah keluarga miskin di Kabupaten Bantul tahun anggaran 2008 didampingi Kepala Kantor Humas dan Informsi Bantul Sunarto, SH MM, Kabag Aministrasi Pembangunan Drs. Didik Warsito, staf dari Kantor BKK, Bapedalda, PMD dan Diperindagkop Kabupaten Bantul pada jumpa pers di ruang rapat Asisten komplek gedung Parasamya hari Selasa ( 22/1 ).

Secara rinci Sekda bantul Drs. Gendut sudarto KD, BSc MMA menjelaskan bahwa jumlah KK miskin per Desember tahun 2007 sebanyak 67.589 KK atau 28,11 persen dari total KK, sementara jumlah jiwa miskin 221.757 jiwa atau 27,37 persen dari total jiwa yang ada di Kabupaten Bantul. Saat ini data KK miskin masih dalam uji publik, jika ada perubahan akan dilakukan pengecekan ke lapangan oleh tim verifikasi data KK miskin tingkat desa dan kecamatan dengan mengacu pada indikator KK miskin hingga pada bulan Mei 2008 data KK miskin benar-benar telahaakurat.

Dari jumlah data KK miskin 67.589 tersebut pada bulan Desember 2008 diharapkan maksimal tinggalk 58.053 melalaui programpenanggulanan kamiskinan dengansasarnautama pada program pemberyanaan keluarga miskin meliputi SDM, permodalan, fasilitasi, program meringnakan beban keluarga miskin seperti kesehatan, pendidikan, pangan, retribusi serta pajak termasuk prgram konversi minyak tanah ke gas.

Untuk mendukung gerakan pemberdayaan keluarga miskin, di Bantul telah ada LPDA-PK ( Lembaga Pengemban Dana Amanah untuk Penanggulangan Kemiskinan ), yang berfungsi untuk mendekatkan masyarakat miskin dengan penyandang dana/donatur dalam upaya mememberdayakan keluarga miskin di bidang sosial ekonomi jelasnya.

Saat untuk proposal bantuan dari program LPDA-PK adalah dari Kecamatan Imogiri senilai Rp 50 juta untuk kegiatan simpan pinjam KK miskin, sementara sudah ada 12 proposal lain yang masih dalam tahap verifiaksi dan survey. (bn)

  • Moh Somadhidikirim Rabu Kliwon, 23 Jan 2008 07:11 WIB

    Assalamualaikum wr wb. Program ini sangat baik sekali, namun tolong pada pihak-pihak yang berwenang terutama bapak-bapak dan ibu-ibu petugas survai dan juga pihak yang menentukan besaran bantuan nantinya. supaya memberikan bantuan ini secara merata tidak ada satu warga miskinpun yang tercecer(tidak tau program ini) mohon disosialisasikan melalui bapak_bapak Dukuh.Trutama dana yang dipakai untuk PERMODALAN jangan sampai lenyap habis tidak tahu lenyap kemana, sehingga dana ini tetap exis dan bekembang.kami yang berada ti tingkat RT belum mendapakan sosialisasi program ini. Trimakasih. Wassalaamualaikum wr wb.

  • Paula Soegamadikirim Rabu Kliwon, 23 Jan 2008 07:40 WIB

    Program Pengentasan kemiskinan yang dicanangkan PemKab.Bantul, memang bagus tujuannya. Namun pihak PemKab.Bantul harus cermat dan ber4hati-hati dalam membuat kategori keluarga miskin. Sebab, sewaktu survey di sebuah kecamatan, cukup banyak keluarga yang dikategorikan miskin, tapi ternyata di rumahnya ada televisi berwarna, sepeda motor, VCD player, tape recorder, dan aneka barang elektronik lainnya, yang rasanya kurang masuk akal dimiliki oleh keluarga yang-katanya-miskin-sedangkan,orang miskin jangankan untuk membeli alat eletronik, untuk makan sehari hari saja kurang. Jadi jangan sampai terkecoh dan salah sasaran. Yang betulbetul miskin gak dapat apa apa, yang tidak miskin malah dapat bantuan. Ingat, sekarang ini banyak orang yang suka "memiskinkan diri"...!!!!!

  • Paula Soegamadikirim Rabu Kliwon, 23 Jan 2008 07:44 WIB

    PemKab.Bantul beserta jajaran instansi yang terkait harus benar benar cermat dan turun ke lapangan sewaktu survey, untuk melihat apakah yang dituju adalah benar benar miskin. Sekarang ini banyak orang mampu yang doyan "memiskinkan diri" lho..!!! Dan tanpa malu malu lagi..!! Contohnya saja mantan Presiden Soeharto yang sekarang sedang sekarat, ngakunya tidak punya harta se-sen pun,tidak punya kekayaan sedikitpun, tapi sewaktu pernikahan cucunya, sekedar biaya dekorasi saja menghabiskan tidak kurang dari Rp.200juta..!! Orang miskin kok bisa bisanya bikin perhelatan dengan biaya sampai ratusan juta bahkan milyaran rupiah ya..???!!! Elok tenan..!!!!

  • Edi Haryantodikirim Rabu Kliwon, 23 Jan 2008 08:36 WIB

    Mas Paula... Jangan salah. mantan Presuden Soeharto dengan mengaku TIDAK MEMPUNYAI UANG SE-SENPUN, itu SANGAT BENAR SEKALI , wong negara kita le ngetung duit memakai RUPIAH, BETUUULLL TIDAAAAKKK?

  • Paula Soegamadikirim Rabu Kliwon, 23 Jan 2008 09:10 WIB

    Lha ya iyya..pake rupiah...Tapi kan si Soeharto itu bilangnya ke media kan "Tidak punya uang se-SEN-pun.." gitu kan bilangnya...??!! Saya kan hanya mengutip apa yang sudah dikatakan oleh si Soeharto...

  • Tri Danandjojodikirim Rabu Kliwon, 23 Jan 2008 10:58 WIB

    Yth Pengelola Dana Kemiskinan........ Begini ..Saya salah satu ketua paguyuban kelompok warga "Seloso Kliwonan", di Kampung Pelem Kidul KD I Baturetno Banguntapan Bantul, yang bergerak dalam bidang; pertanian (termasuk peternakan dan perikanan), serta simpan pinjam, karena warga kami juga berprofesi seputar itu (petani, pedagang, pegawai dan pengusaha kecil). Nah... bila berkenan kami mau mengajukan proposal untuk penambahan modal paguyuban ini, untuk alamatnya kami tujukan kemana ya ....???? Oh ya sebagai gambaran kami mempunyai anggota sekitar 122 orang (Kepala Keluarga) dan modal awal sekitar Rp. 14 juta rupiah, paguyuban ini sudah berjalan 40 tahun tetapi setiap dua tahun sekali selalu dibagi keuntungan jasa usaha, nah dekade awal tahun ini adalah awal mula dua tahun mendatang. Ada yang mau memberi informasi, kami haturkan banyak-banyak terimakasih, untuk komunikasi dapat menghubungi HP.081 353 7777 02

  • Edi Haryantodikirim Kamis Legi, 24 Jan 2008 10:32 WIB

    Untuk Mas Paula, Makanya beliau bilang, " se- Sen-pun..!!!, BUKAN Se- Rupiah-pun...!!!! okey boz ? Buat mas Tri Dananjojo, silahkan main ke rumah , nanti semoga ada solusi-nya, kan dekat boz... Maturnuwun

  • inadyutadikirim Selasa Pon, 20 Mei 2008 17:29 WIB

    Tidak hanya LPDA yang bisa diakses untuk orang miskin namun ditingkat desa ada yang namanya BKM lembaga ini juga eksis dalam penanggulangan kemiskinan