Berita Bantul

RSS 2.0 Feed | Berita Lainnya

Jumat Pahing, 25 Jan 2008 10:36 WIB | dibaca (2666) | Komentar

Harga Kelapa di Bantul Mulai Turun

Bersamaan dengan cuaca tidak banyak hujan di pertengahan bulan Januari 2008 ini harga kelapa di Bantul mengalami penurunan sebesar 8,33 %. Hal ini salah satunya disebabkan oleh mudahnya pemetikan buah kelapa dari pohon yang tidak licin kena air hujan. Komoditi pangan yang mengalami penurunan secara terus menerus adalah cabe merah keriting, dipertengan bulan Januari ini penurunannya sekitar 13,63 %.

Menurut Kepala Disperindagkop Kabupaten Bantul Drs. Yahya mengatakan bahwa komoditi pangan yang mengalami kenaikan harga antara lain tepung terigu segi tiga biru 8,33 persen, bawang putih : 15 persen, cabe merah besar 16,55 persen, kedelai impor 30 persen, kedelai lokal 26,66 persen, apel impor ex USA 35 persen, jeruk Siam/ Pontianak 16,66 persen. Sementara harga minyak goreng merek bimoli 13,04 persen, minyak goreng tanpa merek/sawit naik 11,76 persen, minyak tanah 20 persen.

Sedangkan komoditi pangan yang mengalami penurunan harga yakni cabe merah keriting sebesar 13,63 persen. Terjadinya kenaikan harga khususnya pada tepung terigu dan kedelai karena dipengaruhi oleh faktor berkurangnya pasokan mengingat kedua jenis mata dagangan tersebut merupakan produk impor.

Sementara harga komoditi sandang relatif stabil. Sedangkan kelompok papan terjadi adanya kenaikan harga, diantaranya besi beton uk. 10 mm 12,5 persen, seng BJLS 0,20x55 naik sebesar 8,33 persen. (Sit)

  • bachelor coraldikirim Ahad Wage, 27 Jan 2008 12:54 WIB

    monggo kemawon yang penting harga masih bisa di kontrol

  • om Bertusdikirim Senin Kliwon, 28 Jan 2008 14:15 WIB

    Hal ini salah satunya disebabkan oleh mudahnya pemetikan buah kelapa dari pohon yang tidak licin kena air hujan. Demikian pernyataa Kepala Disperindagkop Kabupaten Bantul Drs. Yahya. Pertanyaannya, apa memang benar demikian??? Ataukah memang ada faktor lain, seperti ada komoditas di luar kelapa sayur yang mampu menggantikan fungsi kelapa sebagai komoditas pesaing?? Jawabnya tentu ada di pak Edy Suharyanto yang ngomandani Dinas Pertanian Kab Bantul. Mangga pak Edy dos pundi ingkang leres??? Jangan kami dibuat bingung.....!!!! Syalom,