Setiap tahun, khususnya pada bulan Mei, Bantul tidak pernah absen memperingati gempa bumi yang pernah meluluhlantakkan Bumi Projotamansari dua puluh tahun silam. Peringatan itu tidak dimaksudkan sebagai ratapan, melainkan cambuk untuk menguatkan kesiapsiagaan warga Bantul dalam menghadapi potensi bencana.
“Peringatan ini bukan untuk meratapi kehilangan. Ini adalah wujud kebangkitan kita, mendorong semuanya untuk lebih menyiapkan diri menghadapi bencana. Karena memang kita ini tinggal di lingkaran cincin api Pasifik. Tidak mungkin menghilangkan atau mengurangi potensi bencana. Yang bisa kita lakukan, ya mengurangi risikonya,” ujar Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, saat sarasehan dan doa bersama peringatan 20 tahun gempa bumi Yogyakarta pada Sabtu (23/5/2026).
Selain Bupati Bantul, sarasehan yang diselenggarakan di Monumen Episentrum Gempa, Potrobayan, Srihardono, Pundong, Bantul, ini juga dihadiri oleh Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, Kepala BPBD DIY, Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Kepala Stasiun Geofisika, serta masyarakat umum di sekitar Potrobayan. Tahun ini, tema peringatan yang diambil adalah Dua Dasawarsa Gempa Bumi Bantul 2026; Bantul Tangguh, Waspada, dan Berdaya.
“Sebelum puncak sarasehan ini, ada banyak rangkaian kegiatan yang kami lakukan. Tadi pagi, kami melakukan susur sesar opak yang diikuti oleh 180 Palang Merah Remaja di wilayah Bantul. Ada pula pameran foto, peralatan, dan teknologi kebencanaan,” papar Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, Lilik Kurniawan, mengungkapkan rencana pembangunan disaster educational park atau taman edukasi bencana di Potrobayan.
“Bukan museum, tapi taman edukasi. Harapannya, orang kalau belajar soal bencana, datangnya ya ke sini. Mahasiswa atau siapa saja mau melakukan penelitian bencana, bisa cari referensi di sini,” ungkap Lilik.
Taman edukasi bencana direncanakan untuk dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan bencana hingga amfiteater yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan. (Els)




