Data Pokok Pembangunan

Sosial Budaya

KEPADATAN PENDUDUK DAERAH TERBANGUN

Selain Kepadatan Penduduk Geografis dan Agraris terdapat pula Kepadatan penduduk daerah terbangun, yaitu perbandingan antara jumlah penduduk dengan luas daerah terbangun dalam suatu wilayah tertentu. Kondisi demikian menggambarkan bahwa apabila suatu wilayah tertentu mempunyai kepadatan daerah terbangun tinggi akan menunjukkan padatnya pemukiman di wilayah tersebut. Daerah terbangun dalam hal ini dapat merupakan perkampungan atau pemukiman, termasuk lapangan, kuburan dan sekolahan yang dapat muncul bersamaan maupun sebagian dalam suatu tempat. Apabila kepadatan penduduk daerah terbangun tinggi berarti persediaan lahan untuk pembangunan relatif sempit.

Tabel Kepadatan Penduduk Wilayah Terbangun

No Kecamatan Terbangun (Ha) Penduduk Kepadatan (Jiwa/Ha)
1. Srandakan
1.463
34.001
23,24
2. Sanden
2.244
37.580
16,75
3. Kretek
1.890
34.684
18,35
4. Pundong
1.918
35.612
18,57
5. Bambanglipuro
1.800
48.058
26,7
6. Pandak
1.993
54.836
27,51
7. Bantul
1.039
66.512
64,02
8. Jetis
2.242
55.883
24,93
9. Imogiri
2.287
63.977
27,97
10. Dlingo
1.062
41.674
39,24
11. Pleret
2.284
37.480
16,41
12. Piyungan
1.122
42.580
37,95
13. Banguntapan
1.818
96.528
53,1
14. Sewon
1.913
86.779
45,36
15. Kasihan
1.485
89.025
59,95
16. Pajangan
2.311
34.597
14,97
17. Sedayu
1.214
50.006
41,19
Jumlah
30.085
909.812
30,24

Sumber: BPS dan BPN Kabupaten Bantul.