Balitbang Kementan : Implementasi Inovasi Pertanian Meningkatkan Nilai Tambah dan Perekonomian

06 Agustus 2020 - 14:09

Pertanian tanpa inovasi teknologi tidak mungkin meningkatkan nilai tambah dan meningkatkan ekonomi, maka petani harus meningkatkan diri melalui implementasi inovasi teknologi pertanian.

 

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Badan Litbang Kementerian Pertanian RI Dr. Ir. Haris Syahbuddin, D.E.A., pada acara Gerakan Tanam Barang Merah Bersama Bupati Bantul di Nawungan Selopamioro Imogiri Bantul. Rabu (5/8/2020).

 Lebih lanjut Haris mengatakan, sedikitnya kawasan hortikultura di Indonesia apalagi di lahan kering mendorong Kementerian Pertanian untuk membangun Taman Science Teknologi Hortikultura dengan tujuan sebagai tempat penggodogan bibit/pembenihan kualitas unggul.

 Dia juga berpesan kepada petani untuk tidak menjual raw material atau bahan mentah tetapi diolah dulu melalui sistem sortasi agar petani mendapatkan lebih tidah jatuh ke pedagang.

" Kalau dijual gelondongan yang nyortir pedagang yang untung pedagang, sehingga bila sortasi dilakukan di tingkat petani keuntungannya untuk kelompok petani, " kata Haris.

 Adapun untuk meningkatkan nilai tambah, dia menyarankan petani untuk membentuk korporasi bersama kemudian menggandeng kalangan industri.

 

Haris menyinggung bahwa Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah dikucurkan di Indonesia sebanyak 50 trilyun dan baru terealisasi 23%, dia mengharapkan dengan korporasi di tingkat petani bisa mengakses KUR tersebut untuk pengembangan pertanian.

" KUR ini di tahun 2021, pemerintah akan mengucurkan sebanyak 112 trilyun dan petani bisa meminjam maksimak 500 juta rupiah, " terang Haris.

 Camat Imogiri Dra. Sri Kayatun mengatakan, bahwa tingkat kemiskinan di Kecamatan Imogiri masih tergolong tinggi, hal ini ditandai masih banyak warga yang menerima bantuan social. “ Kabar yang menggembirakan adalah semangat warga Nawungan untuk mengembangkan pertanian di lahan kritis, berkat pendampingan dari Dinas Pertanian mampu menyulap lahan kritis menjadi lahan produktif seperti agro wisata, “ ucapnya.

Dia mengharapkan dengan pengembangan agro wisata,  kedepannya warga tidak lagi bergantung dengan dana bansos namun dapat ditumbuhkan melalui swadaya masyarakat sendiri dengan adanya pemasukan dari sektor pariwisata dan juga pertanian.

“ Jujur saja kami masih membutuhkan pendampingan dalam hal pertanian dan dan juga sector swasta, besarnya potensi yang ada di Kecamatan Imogiri bila dikelola dan dikembangkan dengan baik akan menjadi suatu daerah yang maju, “ kata Sri Kayatun.

Sri Kayatun menambahkan, selain akses jalan menuju areal pertanian akses internet di perdesaan ini sangat dibutuhkan, apalagi untuk menunjang anak-anak sekolah yang menggunakan system pembelajaran daring dan kepentingan bisnis petani di masa mendatang. 

Sementara itu, menurut laporan Ketua Kelompok Tani Desa Selo Pamioro Juwari menyebutkan bahwa hamparan bawang merah yang dipanen raya Bupati Bantul  seluas 95 Hektar sudah laku semua bahkan sudah tidak ada lagi stok bawang merah yang tersisa. Hal ini menunjukkan keberhasilan petani dalam mengelola sektor pertaniannya dibidang bawang merah.

“ Keberhasilan ini didukung oleh bantuan dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) yang memberikan bantuan berupa sumur dalam serta sosialisasi cara pengairan dan penyiramannya, walau di musim kemarau ini dari lahan seluas 95 hektare hanya 35% yang dapat ditanami karena kekurangan air, “ ungkap Juwari.

Acara yang diawali dengan tanam bareng Bawang Merah bersama Bupati Bantul ini diikuti oleh Jajaran Kementan RI, OPD terkait dan Forkopimcam Imogiri dilanjutkan dengan tebar benih ikan di kolam pengairan.

Bupati Bantul Drs. H. Suharsono pada arahannya mengatakan, peran serta semua stakeholder mampu mendukung keberhasilan budidaya bawang merah kualitas unggul di Nawungan ini. Saya mengapresiasi jajaran Kementan RI dan Dinas Pertanian serta bapak ibu petani yang telah berhasil mengembangkan budidaya bawang merah kualitas unggul.

“ Bawang merah Glowing khas Nawungan ini sangat fenomenal dewasa ini, karena memiliki berukuran besar dan dikembangkan dengan pupuk semi organic, saya harapkan bawang merah dari Nawungan ini mampu mencukupi kebutuhan pasar dan mampu mengangkat kesejahteraan rakyat Bantul, “ tutur Bupati Bantul.

Pada kesempatan tersebut dibagikan pula hasil lomba pertanian kepada petugas penyuluh pertanian dan kelompok tani dan penyerahan 10 kambing kepada petani Nawungan.

Komentar (0)

TOP