DARI 105 SASARAN PSN DI SRANDAKAN BANTUL, Ditemukan Jentik Nyamuk di 23 Lokasi

08 Februari 2013 - 10:52
PROGRAM Pemberantasan Sarang Nyamuk ( PSN ) di wilayah Kabupaten Bantul menurut Bupati Hj Sri Surya Widati, hendaknya jangan sampai terbatas pada kegiatan seremonial. Akan tetapi harus ditindaklanjuiti setiap saat, terutama oleh oleh masing-masing pemilik rumah yang bersangkutan. Sedangkan pihak-pihak terkait yang tentunya melibatkan kader PSN di setiap dusun, hendaknya tidak henti-hentinya mendampingi kegiatan PSN di masing-masing dusunnya. Ini penting sekali direalisasikan, tegas Bupati Hj Sri Surya Widati yang disampaikan Kabag Humas Pemkab Bantul Drs Fatoni saat memimpin PSN di wilayah Kecamnatan Srandakan Bantul, Jumat ( 8/2 ) kemarin. Kabag Humas memimpin langsung PSN di Pedukuhan Gerso Srandakan didampingi Dukuh Gerso, Ny Sutiyah dan segenap kader PSN pedukuhan tersebut.

Bahkan menurut Bupati Bantul, tempat-tempat yang dimungkinkan untuk berkembangbiak nyamuk penyebab DBD ( Demam Berdarah Denngue ), tidak saja bak-bak man di yang jarang dikurtas dan digantii airnya, akan tetapi juga tempat-tempat lainnya. Seperti di tempat minum burung, ban-ban bekas di luar rumah, kaleng-kaleng bekas maupun batok kelapa yang berserakan di halaman rumah dan berisi air.

Dan dengan langkah PSN, diharapkan angka perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD terus dapat ditekan. Namun sekali lagi, partisipasi berbagai pihak juga sangat menentukan keberhasilannya, tegas Bupati Hj Sri Surya Widati yang diwakili Kabag Humas Pemkab Bantul Drs Fatoni. Kegiatan PSN di Srandakan Bantul Jumat siang kemarin juga didampingi Camat Srandakan Dra Suratini, unsur Muspika dan pamong desa se Srandakan serta dari unsur dinas/instansi terkait serta Sekfretaris Dinas Perijinan Kabupaten Bantul Drs Sigit Subroto.

Di sela-sela kegikatan PSN tersebut, Camat Srandakan Dra Suratini menjelaskan bahwa dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka temuan sarang nyamuk/lokasi temuan jentik nyamuk terus mengalami penurunan. Dari 105 rumah yang dipantau dan dikadakan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk, hanya ditemukan 23 yang posiktif ditemukan lokasi/tempat yang ada jentik nyamuknya. Lainnya nihil. Namun kami tak henti-hentinya terus melakukan pemantauan, sehingga diharapkan terus berkurang, demikian Camat Srandakan Dra Suratini sambil menambahkan bahwa di wilayah Srandakan terbagi menjadi 43 pedukuhan, dan dua kalurahan ( Red : Kalurahan Trimurti dan Poncosari ). (sus)

Komentar (0)

TOP