PGRI Bantul dan MPR RI, Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

08 Desember 2012 - 21:50
Kemorosotan pemuda atas jati dirinya telah menggugah segenap komponen bangsa untuk menggali kembali karya leluhur yang mulai dilupakan. Hal tersebut yang mendorong kerjasama MPR RI dan PGRI Bantul mengadakan "Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara" di Gedung Induk, Jumat (7/12), di Parasamya Bantul.

Bupati Bantul Hj. Sri Surya Widati dalam sambutannya mengatakan kondisi bangsa yang semakin lama semakin jauh dari rasa persatuan antar suku, kelompok, kampong, fakultas bahkan antar sekolah telah mencederai janji para pejuang pendiri negara. Untuk itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul memiliki komitmen yang sangat besar dalam rangka menumbuhkan semangat cinta tanah air dan bangsa, terutama kepada generasi muda.

Lebih lanjut dikatakan, sosialisasi sebagai bentuk kerjasama MPR RI dengan PGRI Kabupaten Bantul tersebut merupakan sarana yang pas untuk menyegaran ingatan masyarakat akan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun di balik empat pilar tersebut masih ada satu pilar yang tak kalah penting yakni Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.

"Kalau tidak ada proklamasi kemerdekaan, maka empat pilar yang lain tidak akan pernah dan tidak akan mungkin ada jelasnya. Pilar kehidupan berbangsa harus sesuai dengan kondisi negara dan bangsa, seperti Pancasila sangat cocok untuk Negara Indonesia karenamampu mengakomodir kehidupan berbangsa.

Kepala Dinas Pendidikan Dasar Drs. H. Sahari selaku ketua panitia dalam laporannya mengatakan tujuan dari kegiatan tersebut agar semua guru mampu menjiwai keempat pilar berbangsa dan bernegara yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Harapannya bisa memberikan modal dasar kepada murid sekolah khususnya di Bantul.

Kegiatan tersebut diikuti 200 anggota PGRI dan 50 organisasi masyarakat dan semua SKPD di Pemkab Bantul. Pembicara yang dihadirkan yakni DR Ir Arif Budimanta (FPDIP DPR RI),Ir Marhani Victor (Panja antar lembada DPD RI, DR Ir Khalifah Sefudin (FPG DPR RI) dan Drs Zaenuri Andi (FPP DPR RI).

Arif Budimanta sebagai pembicara pertama mengatakan ingatan empat pilar tersebut harus terus disegarkan dalam diri masyarakat. Dalam hal ini, guru atau pendidik memegang peranan yang sangat strategis. Mereka bisa membentuk karakter bangsa melalui ajaran-ajaran yang diberikan dalam dunia pendidikan.

"Pendidikan harus terus diberikan kepada komponen bangsa. Sebab, empat pilar tersebut bahkan mampu mengatasi berbagai persoalan multidimensi yang sedang terjadi di Indonesia saat ini," imbuhnya. (mw)

Komentar (0)

TOP