Pendidikan Politik Bagi Perempuan Masih Lemah

11 Desember 2012 - 15:52
Era Kepemimpinan perempuan dalam politik cukup memberikan angin segar bagi tumbuhnya partisipasi perempuan dalam demokrasi saat ini. Keterlibatan perempuan dalam partai politikpun terbuka lebar dengan diberikan kesempatan sebesar 30 persen untuk berkiprah dalam dunia politik. Namun kesiapan SDM perempuan dalam ranah politik masih lemah bahkan masih dianggap sebagai bunga penghias demi memenuhi kebutuhan pembangunan politik yang lebih kuat.

Hal tersebut disampaikan oleh anggota DPRD Kabupaten Bantul Dra. Maslahah yang menjadi salah satu nara sumber pada acara Sarasehan Dalam Rangka Peringatan Hari Ibu Tahun 2012 Kabupaten Bantul, berlangsung di Bangsal Rumah Dinas Bupati, Trirenggo, Selasa (11/12).

Pada acara peringatan yang bertema Peran Perempuan dan laki-laki Dalam Mewujudkan Kesetaraan Gender tersebut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kecamatan, perwakilan dari dinas dan instansi se Kabupaten Bantul.

Pada kesempatan tersebut Maslahah juga mengatakan "Secara umum perempuan pada beberapa wilayah di Indonesia masih belum memahami betul akan hak dan kewajiban mereka dalam politik, terlebih berkaitan dengan kebijakan soal ekonomi kerakyatan yang dimotori oleh kaum perempuan." terang Maslahah.

Dibidang kesehatanpun, tambah Maslahah, seperti angka kematian ibu dan anak, akses terhadap kesehatan masih belum menjadi isu yang dianggap penting dalam setiap pengambilan keputusan, bahkan setiap saat menunjukkan pertumbuhan yang memprihatinkan. Akibatnya perspektif dan orientasi setiap pengambilan keputusan berkaitan dengan persoalan ibu dan anak hanyalah urusan sektor yang kadang kurang mendapat perhatian besar.

Sementara sambutan Bupati Bantul yang disampaikan oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Bantul DR. Suyoto HS, M Si, MMA diantaranya mengatakan bahwa perempuan adalan faktor utama dalam pembangunan karakter bangsa, karena baik dan tidaknya generasi muda bangsa tergantung baik tidaknya keteladanan dan pendidikan yang diberikan oleh perempuan kepada anak-anaknya.

"Namun, dunia mengakui bahwa perempuan mempunyai peran strategis terhadap kemajuan bangsa. Dan dunia membuktikan pula bahwa sukses seorang pemimpin dapat dipastikan terdapat seorang perempuan yang hebat yang mendampinginya." jelas Suyoto HS.

Pada Acara tersebut disampaikan pula oleh nara sumber yang lain Drs. Muhammad Sodiq dari Pusat Study Wanita (PSW) UIN Yogyakarta diantaranya menyampaikan bahwa para wanita tidak usah khawatir terhadap isu poligami yang bahkan saat ini terdapat seorang tokoh poligami, karena didalam kitab suci Al Quran ayat yang menyebutkan poligami itu dalam rangka membatasi perbuatan poligami karena syaratnya sangat berat. Sehingga sebenarnya kaum pria yang ingin melakukan poligami sangatlah tidak mudah lolos dari persyaratan yang tercantum dalam Al Quran. (Sit)

Komentar (0)

TOP