Sampah Bukan Masalah, Pengolahan Sampah dengan M-Bio

27 Februari 2008 - 09:15
Sampah mungkin menjadi problem bagi hampir semua orang di dunia ini. Tumpukan sampah yang sedikit saja di sekitar kita membuat kita tak nyaman apalagi gunungan sampah di TPA yang tentu saja menimbulkan bau yang tak sedap. Namun ternyata saat ini sudah ditemukan cara agar sampah tidak menjadi musibah tapi anugerah bagi umat manusia. Sampah organik bisa menjadi bahan pembuatan pupuk yang sangat baik bagi tanah dan tanaman. Sehingga bisa memacu pertumbuhan tanaman baik tanaman perkebunan ataupun tanaman pangan.

Bahkan jati merah dalam dua tahun akan siap dipanen jika diberi pupuk secara teratur dengan olahan sampah hasil karya kita, kata Wisnu Wijaya CEO DED saat pemaparan program pengolahan sampah dengan M-Bio fertilizer di Gedung Induk, Selasa (26/2) di hadapan Bupati Bantul, Drs.HM Idham Samawi beserta jajaran pejabat Dinas/Instansi terkait.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa dengan pupuk olahan sendiri masyarakat nantinya akan bisa menanam padi di halaman rumah masing-masing sehingga mampu mencukupi kebutuhan rumah tangga tanpa perlu menanam di sawah. Bahkan kita bisa menghasilkan lebih dari 100 tanaman padi dari sebutir gabah sehingga akan menghemat pengeluaran petani baik dari sisi benih ataupun pupuk, katanya.

Pengolahan sampah model ini juga tidak memerlukan waktu lama karena hanya memerlukan waktu 7 hari, dan sampah siap digunakan sebagai pupuk bagi tanaman. Dengan pengolahan sampah maka diharapkan masyarakat akan mampu memecahkan problematika sampah serta mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat. Kami siap melakukan pendampingan cara mengolah sampah sampai bisa bagi masyarakat Bantul, janji Wisnu Wijaya.

Dalam demo pengolahan sampah yang dilakukan di Lapangan Paseban, Bupati sempat takjub dengan metode pengolahan yang dilakukan beberapa staf Wisnu Wijaya. Bahkan bau sampah yang sempat menyengat saat akan dilakukan demo menjadi tidak berbau sama sekali dan aman. Kuncinya hilangnya bau adalah dari aktifnya bakteri-bakteri yang memakan bakteri yang menimbulkan bau, kata Wijaya. (nurcholis)

Komentar (0)

TOP