Data Kecamatan

Kecamatan Bambanglipuro

WILAYAH ADMINISTRASI

Kecamatan Bambanglipuro berada di sebelah Selatan dari Ibukota Kabupaten Bantul. Kecamatan Bambanglipuro mempunyai luas wilayah 2.282,1780 Ha.

Alamat kantor kecamatan : Jl. Samas, Bambanglipuro Bantul

Situs web : http://kec-bambanglipuro.bantulkab.go.id

Desa di wilayah administratisi Kecamatan Bambanglipuro :

  1. Desa Sumbermulyo
  2. Desa Sidomulyo
  3. Desa Mulyodadi

GEOGRAFIS

Wilayah Kecamatan Bambanglipuro berbatasan dengan :

  • Utara : Kecamatan Bantul;
  • Timur : Kecamatan Pundong;
  • Selatan : Kecamatan Kretek;
  • Barat : Kecamatan Pandak.

Kecamatan Bambanglipuro berada di dataran rendah. Ibukota Kecamatannya berada pada ketinggian 22 meter diatas permukaan laut. Jarak Ibukota Kecamatan ke Pusat Pemerintahan (Ibukota) Kabupaten Bantul adalah 10 Km. Kecamatan Bambanglipuro beriklim seperti layaknya daerah dataran rendah di daerah tropis dengan dengan cuaca panas sebagai ciri khasnya. Suhu tertinggi yang tercatat di Kecamatan Bambanglipuro adalah 31ºC dengan suhu terendah 23ºC. Bentangan wilayah di Kecamatan Bambanglipuro 99,5 % berupa daerah yang datar sampai berombak dan 0,5% berupa daerah yang berombak sampai berbukit.

PENDUDUK

Kecamatan Bambanglipuro dihuni oleh 9.860 KK. Jumlah keseluruhan penduduk Kecamatan Bambanglipuro adalah 42.745 0rang dengan jumlah penduduk laki-laki 20.539 orang dan penduduk perempuan 22.206 orang. Tingkat kepadatan penduduk di Kecamatan Bambanglipuro adalah 1.863 jiwa/Km2. Sebagian besar penduduk Kecamatan Bambanglipuro adalah petani. Dari data monografi Kecamatan tercatat 13.171 orang atau 30,8 % penduduk Kecamatan Bambanglipuro bekerja di sektor pertanian.

CAGAR BUDAYA

• GEREJA GANJURAN ATAU CANDI HATI KUDUS YESUS

Terletak di dusun Ganjuran, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul, sekitar 17 km ke arah selatan dari Yogyakarta. Dibangun tgl 16 April 1924 berupa rumah peribadatan yang bergaya arsitektur Jawa-Hindu. Arca Hati Kudus merupakan perlambang dari Kristus Raja yang ditahtakan didalamnya., yang melambangkan keadilan dan perdamaian Tuhan yang merajai bumi. Pada bulan tertentu umat katolik dari berbagai penjuru tanah air, bahkan dari luar negeri mengadakan peribadatan bersama. Pengunjung diminta ikut menjaga ketenangan, karena candi ini sebenarnya merupakan tempat ibadah.