Data Kecamatan

Kecamatan Pajangan

WILAYAH ADMINISTRASI

Kecamatan Pajangan berada di sebelah Barat dari Ibukota Kabupaten Bantul. Kecamatan Pajangan mempunyai luas daerah 3.324,7590 Ha.

Situs web : http://kec-pajangan.bantulkab.go.id

Desa di wilayah administratif Kecamatan Pajangan :

  1. Desa Sendangsari
  2. Desa Guwosari
  3. Desa Triwidadi

GEOGRAFIS

Wilayah Kecamatan Pajangan berbatasan dengan :

  • Utara : Kecamatan Kasihan dan Sedayu;
  • Timur : Kecamatan Bantul;
  • Selatan : Kecamatan Pandak;
  • Barat : Sungai Progo.

Wilayah Kecamatan Pajangan berada di daerah dataran rendah. Ibukota Kecamatan Pajangan berada di ketinggian 100 meter diatas permukaan laut. Lokasi Kecamatan Pajangan yang berada di dataran rendah di daerah tropis memberikan iklim yang tergolong panas. Suhu tertinggi yang pernah tercatat di Kecamatan Pajangan adalah 32ºC dan suhu terendah 23ºC. Bentangan Wilayah Kecamatan Pajangan 100% berupa daerah yang berbukit sampai bergunung.

PENDUDUK

Kecamatan Pajangan dihuni oleh 7.028 KK, dengan jumlah penduduk keseluruhan sebesar 30.017 orang. Berdasarkan jenis kelamin penduduk Kecamatan Pajangan terdiri dari 14.565 penduduk laki-laki dan 15.452 penduduk perempuan. Kepadatan penduduk di Kecamatan Pajanan adalah 903 jiwa/km2. .Sebagian besar penduduk Kecamatan Pajangan adalah petani. Datat Monografi Kecamatan Pajangan menyebutkan 12.541 orang atau 41,7 % dari seluruh penduduk Kecamatan Pajangan bekerja di sektor pertanian.

SENTRA INDUSTRI

• Desa Guwosari, sentra kerajinan batik kayu.

WISATA BUDAYA

1. BEKTI PERTIWI PISUNGSUNG JALADRI

Perwujudan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan hasil dan rejeki dan sebagai permohonan agar di tahun-tahun mendatang masih diberikan rejeki serta keselamatan bagi warga setempat dan pengunjung obyek wisata Pantai Parangtritis.

2. UPACARA MELASTI

Merupakan tradisi dari masyarakat Hindu DIY dalam rangka menyambut datangnya hari raya Nyepi. Tujuan dari upacara ini adalah untuk penyucian diri. Diselenggrakan di Pantai Parangkusumo.

3. UPACARA LABUHAN HONDODENTO

Upacara ini diselenggarakan di Parangkusumo oleh Trah Hondodento untuk menyambut bulan Suro, agar segala keburukan dan musibah tahun lalu tidak terulang kembali. Keseluruhan rangkaian kegiatan dalam upacara ini melambangkan bahwa upacara labuhan dipersembahkan dengan hati yang suci untuk sesuatu yang utama yaitu kejayaan nusa dan bangsa Indonesia. Dilaksanakan pada tgl 15 bulan Suro.

4. UPACARA PERAYAAN PEH CUN

Merupakan tradisi dari masyarakat Tionghoa dalam rangka mengenang legenda seorang Kaisar yang telah berkorban demi negara dan bangsa Cina. PEH berarti perahu dan CUN berarti dayung. Perayaan Peh Cun disebut juga hari raya wan Yang (twan Wu) yang jatuh pada tanggal 5 bulan 5 tahun kalender Imlek. Dilaksanakan di kawasan Parangtritis.

WISATA ALAM / BUATAN

1. HAUL PANGERAN DIPONEGORO

Kegiatan yang bertujuan untuk mengenang hari wafatnya Pangeran Diponegoro, sebagai pejuang yang pernah bermarkas di Goa Selarong dalam melawan penjajah Belanda. Kegiatan ini diisi dengan Pengajian dan Mujahadah. Dilaksanakan setiap tahun pada tanggal 8 januari di Pelataran Obyek Wisata Goa Selarong, Desa Guwosari, Pajangan.

2. UPACARA MERTI DESA DUSUN KREBET

Merupakan upacara ritual yang telah menjadi tradisi masyarakat di Dusun Krebet, Desa Sedangsari, kecamatan Pajangan. Bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang dikuruniakan-NYA. Dimeriahkan dengan Prosesi Arak-arakan Hasil Bumi, Doa Bersama dan Pentas Kesenian Tradisional

3. UPACARA NYADRANAN MAKAM SEWU

Merupakan tradisi masyarakat Pajangan untuk mengirim doa kepada almarhum mBah Bodo dan anak cucunya yang sudah meninggal dengan harapan agarnya arwahnya dapat diterima Allah SWT yang Maha Kuasa serta meminta doa bagi kesejahteraan peziarah. Lokasi : Komplek Pasarean makam Sewu, Desa Sendangsari. Upacara ini berupa kenduri dan penyelenggaraan pasar rakyat. Waktu pelaksanaan, Dilaksanakan setiap senin kliwon setelah tanggal 20 bulan Ruwah.

WISATA ALAM / BUATAN

1. GOA SELARONG

Kawasan objek wisata ini memiliki pemandangan alam yang sangat indah serta cocok untuk digunakan sebagai Bumi perkemahan (Camping Ground). Di masa lampau gua ini digunakan sebagai markas gerilya Pangeran Diponegoro dalam perjuangannya melawan penjajahan Belanda pada tahun 18251830.

2. DESA WISATA KREBET

Kerjajinan kayu yang mulai dari tahun 1972 hanya dilakoni oleh 2 3 kepala keluarga, berkembang pesat sejak tahun 1990 an. Produk yang dihasilkan berkembang dari semula hanya topeng kayu berkembang menjadi wayang klithik, topeng kayu, peralatan rumah tangga, patung patung hewan, loro blonyo, pigura bahkan meubel. Motif hasil produksipun berkembang dalam bentuk batik pada kayu. Saat ini di Desa Krebet berkembang kurang lebih 20 sanggar pengrajin yang dapat menyerap kurang lebih 350 tenaga kerja lokal. Hasil produk di pasarkan dengan cara membuka showroom di sanggar, juga dijual ke Yogya, Jakarta dan Bali.

MAKANAN TRADISIONAL

Sentra penghasil makanan tradisional terdapat di Triwidadi dengan emping sebagai produknya serta pembuatan gula kelapa di Sendangsari.