Doa Bersama, Peringati 16 Tahun Gempa

Jumat (27/05) genap 16 tahun lalu gempa bumi mengguncang DIY dan sekitarnya. Episentrum gempa berkekuatan 5,9 skala richter tersebut berada di Kapanewon Pundong, Bantul. Mengenang peristiwa itu, Pemerintah Kabupaten Bantul melakukan refleksi dan doa bersama 16 tahun gempa bumi yang  dilaksanaka di Bangsal Rumas Dinas Bupati Bantul pada pukul enam pagi.

Agus Yuli, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul melaporkan bahwa Bangsal Rumah Dinas dipilih karena lokasi tersebut bersejarah.  Sesaat setelah gempa, Bangsa Rumah Dinas menjadi tempat para pemangku kepentingan berkumpul dan merumuskan strategi penanganan awal pasca bencana.

Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim dalam sambutannya mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat dapat memetik pelajaran dari peristiwa bersejarah tersebut. "Manusia, para ahli pun tidak pernah bisa memprediksi kapan bencana akan terjadi, oleh karenanya ada beberapa hal yang perlu dicatat", terang Halim.

Meningkatkan pengetahuan dan teknologi kebencanaan adalah sebuah tanggungjawab, membangun budaya mitigasi bencana dan kesiap siagaan di lingkungan masyarakat, serta meningkatkan tawakal atau spiritualitas, demikian lanjut Halim.

Sementara itu hikmah dari bencana yang terjadi 16 tahun silam di Bantul ternyata mampu membentuk budaya solidaritas sosial yang tinggi di tengah masyarakat. Dirinya berharap budaya ini terus dapat lestari di masyarakat.

Berbagi:

Pos Terbaru :