Apel PPPK Disdikpora Bantul, Bupati Tekankan Transformasi Pendidikan dan Peningkatan Kompetensi

Ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Bantul nampak memadati Lapangan Trirenggo, pada Selasa pagi (6/1/2026) dalam acara Apel dan Pembinaan PPPK Tenaga Pendidik dan Tenaga Teknis di lingkungan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bantul. Apel ini menjadi momentum refleksi capaian kinerja tahun 2025 sekaligus penguatan komitmen peningkatan kualitas pendidikan di tahun 2026.

Sepanjang tahun 2025 Kabupaten Bantul telah berhasil menorehkan berbagai prestasi membanggakan. Di antaranya mempertahankan nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dengan predikat A, meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-12 kali berturut-turut, dinobatkan sebagai Kabupaten Layak Anak kategori Utama, serta ditetapkan sebagai Kabupaten Terinovatif di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, dalam sambutan apel.

“Capaian ini patut kita syukuri bersama. Namun, prestasi tersebut juga menjadi beban dan tanggung jawab untuk kita pertahankan bahkan tingkatkan. Di sisi lain, tahun 2025 juga menyisakan berbagai catatan dan kelemahan yang harus kita perbaiki pada tahun 2026,” tutur Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa urusan pendidikan akan selalu menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Bantul. Pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan generasi masa depan menuju Indonesia Emas yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing tinggi.

“Di pundak para tenaga pendidik terkandung mimpi yang sangat mulia, yaitu mencerdaskan anak-anak Bantul agar mampu bersaing di dunia yang semakin kompetitif. Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga pendidik menjadi sebuah keharusan,” tegasnya.

Memasuki awal tahun 2026, Bupati mengajak seluruh tenaga pendidik dan tenaga teknis untuk memulai transformasi bersama melalui peningkatan kedisiplinan, perbaikan karakter, serta penguatan kapasitas profesional. Ia menekankan agar para guru mampu beradaptasi dengan perkembangan metode pembelajaran yang semakin maju dan berbasis teknologi.

Dalam arahannya, Bupati juga menekankan tiga hal utama yang harus selalu dilakukan dalam penyelenggaraan pendidikan. Pertama, meningkatkan keterlibatan dan partisipasi orang tua dalam pendidikan anak. Kedua, memberikan perhatian khusus kepada peserta didik yang tertinggal baik secara akademis maupun karakter. Ketiga, memperbaiki metodologi pembelajaran agar proses transfer ilmu menjadi lebih mudah dan efektif.

Bupati turut mengingatkan pentingnya integritas tenaga pendidik, terutama dalam menghadapi tantangan dunia digital. Menurutnya, ekspektasi masyarakat terhadap guru sangat tinggi, sehingga sikap dan perilaku harus selalu dijaga.

“Saudara-saudara telah dipercaya oleh negara untuk membina anak-anak Bantul dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ini adalah kepercayaan yang luar biasa dan harus dijaga dengan penuh tanggung jawab,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah, Bupati mengungkapkan bahwa mulai tahun 2026 kesejahteraan guru akan ditingkatkan, dengan penghasilan minimal setara Upah Minimum Kabupaten (UMK). Kebijakan ini disertai tuntutan peningkatan kinerja, profesionalisme, serta evaluasi dan monitoring yang akan dilakukan secara berkelanjutan oleh Disdikpora dan BKPSDM Kabupaten Bantul. 

Hal ini juga ditegaskan kembali oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bantul,  Nugroho Eko Setyanto. Ia menyebut pihaknya telah menghitung jumlah anggaran yang ada sehingga diputuskan penghasilan para guru dan tenaga pendidik pada 2026 akan ditingkatkan.

“Mereka harus sejahtera bersama dan salah satu tolak ukur kesejahteraan adalah dengan UMK. Total yang PPPK penuh waktu dan paruh waktu ada 3168, dibagi guru PPPK paruh dan PPPK penuh sebanyak 2304, tenaga teknis kependidikan 864,” beber Nugroho. 

Di akhir sambutannya, Bupati menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Bantul tidak akan mentolerir pelanggaran di dunia pendidikan. Tindakan tidak terpuji yang sempat terjadi pada tahun 2025 tidak boleh terulang kembali.

“Masa depan anak-anak Bantul ada di tangan saudara semua. Bersyukurlah, bersabarlah, dan jalankan amanah ini sebagai insan peradaban yang menghantarkan generasi masa depan menjadi generasi yang unggul dan berdaya saing,” pungkasnya. (Fza)

Berbagi:

Pos Terbaru :