Sejumlah poktan/gapoktan di Kabupaten Bantul kembali menerima bantuan alsintan dari pemerintah. Kali ini alsintan yang diserah terimakan berupa 6 unit traktor roda dua, 10 unit traktor roda empat, dan 1 unit combine harvester besar. Bantuan ini diserahkan oleh Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, bertempat di Aula Pari, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian pada Senin (12/1/2026).
Berdasarkan laporan kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Joko Waluyo, secara umum kinerja sektor pertanian Bantul pada tahun 2025 mengalami peningkatan. Peningkatan ini mencakup luas lahan tanam, luas panen, dan volume produksi.
Tahun Bantul berhasil menanami lahan seluas 34.062 ha, meningkat 3.000 ha dari tahun sebelumnya. Dari 34 ribu hektare tersebut luas lahan panen adalah 31.500 ha dengan hasil komoditas utama berupa beras seberat 130 ribu ton. Jumlah ini membuat Kabupaten Bantul surplus hampir 70 ribu ton.
Bupati Bantul menyatakan bahwa peningkatan kinerja sektor pertanian ini tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak. Dari satu sisi pemerintah berupaya mendorong dan memfasilitasi sementara di sisi lain para petani menjadi ujung tombak di lapangan. Dalam kesempatan ini Halim juga menyampaikan pahwa Pemkab Bantul tidak lelah mengajak berbagai institusi untuk turut berkolaborasi memenuhi kebutuhan di sektor pertanian, terutama alsintan.
“Ini adalah berkat mekanisasi pertanian yang kita lakukan melalui alsintan. Tanpa mekanisasi ini sangat sulit kita bisa meningkatkan kinerja sektor pertanian kita,” tutur Halim.
Dalam kesempatan ini Halim menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mengambil peran sehingga kinerja sektor pertanian di Bantul mengalami peningkatan signifikan. Ia juga berpesan agar para petani senantiasa rukun dan menggunakan alsintan sesuai kesepakatan.
Gapoktan Tamanan Makmur, Banguntapan, kali ini menerima traktor roda empat. Salah satu anggota mereka, Winarjo, mengungkap bahwa traktor ini sangat bermanfaat untuk mengolah lahan kering yang digarap oleh kelompok mereka.
“Kami merasa bangga dengan bantuan ini karena ini bermanfaat bagi kelompok tani yang semula lahannya kering dan susah untuk dikerjakan, menjadi lebih mudah dikerjakan. Lahan garapan kami adan yang kering dan basah. Lahan kering bisa menggunakan ini, lahan basah bisa menggunakan traktor tangan,” ungkapnya gembira.
Senada dengan Winarjo, Ketua Gapoktan Patri, Selopamioro, Suripto mengaku senang mendapatkan bantuan traktor roda empat. Menurutnya alsintan ini dapat digunakan untuk memaksimalkan kegiatan pertanian, terutama memperluas lahan.
“Saya senang. Alsintan ini bisa meningkatkan hasil produksi tani di Selopamioro. Dulu kami cuma pakai cangkul, jadi ini bermanfaat sekali alat modern ini. Lebih singkat dan biayanya lebih ringan. Pokoknya berguna sekali bagi petani Selopamioro,” ujar Suripto penuh senyum. (Hahn)





