Bukan sekadar huruf dan angka, literasi dan numerasi merupakan kemampuan dasar penting yang menjadi fondasi pembelajaran sepanjang hayat. Keduanya merupakan dasar penguasaan semua mata pelajaran dan tanpa kecakapan yang memadai, murid berisiko tertinggal secara akademik.
Yang perlu dipahami, literasi sejatinya mencakup kemampuan membaca, memahami, dan menggunakan informasi dari berbagai teks. Sedangkan numerasi mencakup kemampuan matematika untuk memecahkan masalah sehari-hari.
Untuk Kabupaten Bantul, tantangan dalam penguatan literasi dan numerasi cukup besar. Hal ini lah yang mendasari sejumlah guru SD di Bantul menyusun Buku Panduan Literasi dan Numerasi untuk guru jenjang sekolah dasar di Bantul.
“Hasil pemetaan kompetensi murid dan observasi di lapangan, menunjukkan bahwa masih banyak murid di tingkat SD/MI yang belum mencapai level kecakapan literasi dan numerasi sesuai dengan fase perkembangannya,” ujar salah satu guru yang tergabung sebagai tim penulis, Ardhian Herda Permana.
Penyebab dari rendahnya pencapaian tersebut antara lain karena ketimpangan kualitas pengajaran, keterbatasan sumber daya guru, minimnya pelatihan terarah, serta belum adanya rujukan yang seragam dalam praktik pengajaran.
Oleh sebab itu, buku panduan ini hadir sebagai panduan praktis bagi guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan literasi dan numerasi yang kontekstual, menyenangkan, dan berdampak nyata terhadap peningkatan kompetensi murid.
Buku panduan yang telah diluncurkan secara langsung oleh Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, pada awal 2026 ini juga diharapkan proses penguatan literasi dan numerasi di Bantul dapat dilaksanakan secara terarah, terukur, dan berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan dasar secara menyeluruh. (Els)




