Prosesi peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Muhlis dilaksanakan pada Senin (30/3/2026) di lingkungan SDNU Pemanahan, Pleret, Bantul. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pembangunan sarana ibadah yang sekaligus mendukung penguatan pendidikan di sekolah tersebut.
Dalam sambutannya, Ketua Dewan Komite Sekolah SDNU Pemanahan, Imam Muhsin, menyampaikan bahwa sekolah ini terus berupaya mengembangkan peserta didik dengan mengusung semangat Satria Manggala atau “Santri Aswaja Mandiri, Berwawasan Global, dan Berkarakter Lokal”.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga membentuk karakter dan jati diri anak agar tetap berakar pada nilai-nilai lokal di tengah perkembangan zaman.
“Kami ingin memberi bekal dengan berbagai bidang ilmu yang bisa menjadi bekal masa depan tanpa melupakan nilai lokal, termasuk tradisi pesantren dan penanaman budaya Jawa melalui penggunaan bahasa Jawa krama,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyampaikan bahwa pembangunan Masjid Al Muslih di SDNU Pemanahan merupakan bagian penting dari upaya jangka panjang dalam menyiapkan generasi masa depan.
Ia menekankan bahwa pembangunan tidak hanya dimaknai sebagai infrastruktur fisik tetapi mencakup upaya menyiapkan manusia yang mampu membangun dan mengelola semua itu. Karena itu, pendidikan menjadi fondasi utama yang harus ditanamkan sejak dini.
“Investasi yang paling berharga adalah investasi untuk pengembangan SDM dan investasi pengembangan SDM itu harus kita lakukan sejak dini,” tutur Halim.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa lembaga pendidikan seperti SDNU Pemanahan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Melalui pendidikan yang seimbang, diharapkan lahir pribadi-pribadi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berakhlak dan mampu menghadapi tantangan kehidupan dengan bijak. (Hahn/AG)





