Mewakili Wakil Bupati Bantul, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Fenty Yusdayanti mengukuhkan pembentukan Forum HRD Kabupaten Bantul pada Sabtu (25/4/2026). Selain pengukuhan Forum HRD, acara yang dihelat di Ros In Hotel ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran literasi keuangan bagi para HRD secara khusus dan karyawan secara umum.
Kemampuan pengelolaan keuangan mutlak diperlukan oleh semua orang untuk mencapai stabilitas ekonomi dan merencanakan masa depan dengan lebih baik. Melalui perannya di perusahaan, HRD dipandang strategis untuk menjadi penghubung antara program edukasi keuangan dengan para karyawan. Dengan demikian, pemahaman finansial dapat menjangkau lebih luas di dunia kerja.
“Tentunya saat ini HRD tidak hanya mengolah agensi pegawaian,, tapi juga memiliki peran dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan secara menyeluruh, termasuk dalam aspek literasi dan inklusi keuangan,” tutur Fenty membacakan sambutan Wakil Bupati Bantul.
Lanjutnya, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan tahun 2025, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia tercatat sebesar 66,64 persen, sementara tingkat inklusi keuangan mencapai 80,51 persen. Angka ini menunjukkan masih adanya kesenjangan antara akses terhadap layanan keuangan dengan kemampuan masyarakat dalam mengelolanya, mulai dari perencanaan hingga investasi.
Lebih jauh lagi, data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa sebagian besar pengeluaran rumah tangga masih didominasi oleh konsumsi. Kondisi ini memperkuat urgensi peningkatan kesadaran finansial, khususnya bagi para pekerja, agar mampu mengelola pendapatan secara lebih produktif.
“Tentunya kalau karyawan sejahtera, karyawan keuangannya cukup, tentu Bapak-Ibu selaku HRD juga senang karena kinerja perusahaan ikut bagus,” ungkapnya.
Fenty berharap Forum HRD menjadi ruang berbagi praktik baik dalam pengelolaan sumber daya manusia, termasuk dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan melalui penguatan literasi finansial. Selain itu forum ini juga digadang mampu berperan aktif dalam mengedukasi karyawan, meningkatkan kewaspadaan terhadap praktik keuangan ilegal, serta mendorong perusahaan untuk memberikan akses literasi keuangan yang lebih luas. (Hahn)




