Pengukuhan 137 Kepala Sekolah Bantul, Teguhkan Trilogi Pendidikan Ki Hajar Dewantara

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Kepala Sekolah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bantul dilaksanakan pada Jumat (29/5/2026) di SMP Negeri 2 Jetis, Gaten, Kalurahan Canden, Kapanewon Jetis. Pengukuhan dan pelantikan ini diharapkan mampu meneguhkan kembali Trilogi Pendidikan ajaran Ki Hajar Dewantara, yaitu Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa dan Tut Wuri Handayani sebagai semangat kepala sekolah dan pendidik.  

Kepala Sekolah yang akan dikukuhkan dan diambil sumpah/janjinya  sebanyak 137 orang yang terdiri dari 71 orang mutasi dan 66 orang promosi. Kepala sekolah yang dilakukan mutasi terdiri dari 57 orang dari jenjang SD dan 14 orang dari jenjang SMP. Sedangkan yang mendapatkan promosi jabatan sebanyak 11 orang dari jenjang TK, 47 orang dari jenjang SD dan 8 orang dari jenjang SMP. 

Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bantul, Triyanto, mengucapkan selamat dan berharap agar para kepala sekolah mampu meneguhkan kembali ajaran Trilogi Pendidikan. “Kepada para Kepala Sekolah yang akan dilantik, kami ucapkan selamat menjalankan amanah dan tugas yang diberikan. Semoga saudara-saudara mampu meneguhkan kembali ajaran Trilogi Pendidikan sebagai spirit Pendidikan,” harap Triyanto. 

Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan bahwa saat ini tantangan dalam dunia pendidikan semakin banyak, terutama terkait masuknya budaya asing yang banyak mempengaruhi generasi muda. Sektor Pendidikan memiliki prioritas tertinggi dalam pembangunan Sumber Daya Manusia, karenanya dibutuhkan sumber daya pengajar, termasuk kepala sekolah yang memiliki kualifikasi baik, serta siap untuk memimpin civitas pendidikan di satuan pendidikannya masing-masing. 

Halim juga berpesan agar para kepala sekolah terlantik dapat memimpin sekolahnya masing-masing dan menciptakan lingkungan yang kolaboratif. “Gunakanlah seluruh kemampuan untuk memimpin sekolah masing-masing. Ciptakanlah lingkungan yang kolaboratif dan saling mendukung antar civitas akademik. Para guru harus kompak, jangan sampai ada hubungan buruk,” lanjut Halim. 

Pada akhir sambutannya, Halim berpesan agar melibatkan para wali, orang tua, serta tokoh masyarakat di lingkungan sekolah masing-masing. Memperbaiki metodologi mengajar guru, serta memberikan perhatian khusus kepada siswa-siswi yang tertinggal secara akademik maupun non akademik. (Pg)

Berbagi:

Pos Terbaru :