Panen Bersama Demplot YSPN di Poncosari, Bukti Teknologi Pertanian Mampu Tingkatkan Produktivitas

Sektor pertanian di Kabupaten Bantul terus menunjukkan perkembangan positif dan semakin menegaskan posisinya sebagai sektor strategis pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat menghadiri kegiatan Panen Bersama dan Pemantauan Demplot Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) di Dusun Krajan, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Sabtu (30/05/2026).

Menurut Halim, sektor pertanian telah lama ditetapkan sebagai sektor strategis Kabupaten Bantul karena kontribusinya yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Perkembangan tersebut berjalan seiring dengan tumbuhnya sektor lain seperti industri, perdagangan, jasa, hingga pariwisata.

“Dulu saat kita masih memiliki luas lahan pertanian lebih dari 30 ribu hektare, produktivitas rata-rata hanya sekitar 3 sampai 4 ton gabah kering per hektare. Sekarang ketika lahan pertanian tinggal sekitar 14 ribu hektare, justru produksi pertanian meningkat menjadi rata-rata 8 ton per hektare,” ujar Halim.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan produktivitas tersebut tidak lepas dari penggunaan bibit unggul, pengolahan lahan yang lebih baik, penerapan teknologi budidaya, hingga metodologi penanaman yang semakin maju. Bahkan, pada demplot YSPN yang dipanen bersama kali ini diproyeksikan mampu menghasilkan produksi hingga 11,6 ton per hektare.

“Ini adalah contoh nyata bahwa teknologi budidaya pertanian dapat meningkatkan produktivitas petani. Meskipun lahan pertanian kita semakin menyempit, produksi justru semakin besar. Karena itu tata ruang harus terus kita atur agar seluruh sektor ekonomi bisa tumbuh bersama tanpa mengorbankan sektor pertanian,” tambahnya.

Halim juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran YSPN yang dinilai mampu memperkuat pembangunan pertanian di Kabupaten Bantul melalui inovasi teknologi, peningkatan kualitas bibit, perbaikan sistem pemupukan, hingga pengembangan metode budidaya yang lebih efektif.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN), Marsdya TNI (Purn) Daryatmo menyampaikan bahwa keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia sangat bergantung pada kemampuan bangsa dalam mewujudkan swasembada pangan.

“Berdirinya negara Republik Indonesia ini akan sangat tergantung bagaimana kita mampu mewujudkan swasembada pangan. Namun tantangan yang dihadapi saat ini tidak ringan, mulai dari perubahan iklim hingga bertambahnya jumlah penduduk yang berdampak pada semakin berkurangnya lahan pertanian,” ujarnya.

Menurutnya, menghadapi berbagai tantangan tersebut tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Salah satu langkah yang didorong YSPN adalah pengembangan konsep swasembada pangan berbasis sekolah.

“Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang memiliki potensi besar untuk melahirkan sumber daya manusia yang cakap di bidang pertanian. Dari sinilah nantinya akan lahir petani-petani milenial sehingga kita tidak kehilangan generasi penerus pertanian,” jelasnya.

YSPN sendiri selama ini aktif mendorong kemajuan sektor pertanian melalui berbagai program pengembangan budidaya, pendampingan petani, penerapan teknologi pertanian modern, pengembangan demplot percontohan, hingga edukasi pertanian kepada generasi muda. Melalui pendekatan tersebut, YSPN berupaya menciptakan ekosistem pertanian yang lebih produktif, adaptif terhadap perubahan zaman, sekaligus mampu menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. (Ami)

Berbagi:

Pos Terbaru :