Ratusan bidan yang tergabung dalam Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Bantul menggelar Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 IBI di Pendopo Pantai Baru, Minggu (21/6/2026).
Peringatan HUT diawali dengan fun walk dan senam bersama yang diikuti anggota IBI dari lima ranting, yakni Ranting Utara, Timur, Selatan, Barat, dan Ranting RSUD Panembahan Senopati. Berbagai kegiatan lain turut memeriahkan acara, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, lomba estafet karaoke antarranting, serta penampilan Hadroh IBI Bantul.
Ketua Panitia Peringatan HUT ke-75 IBI Cabang Bantul, Rohidayati, mengatakan bahwa selama 75 tahun IBI telah menjadi bagian penting dalam pembangunan kesehatan nasional, khususnya pada pelayanan kesehatan ibu, bayi, anak, dan keluarga.
“Dengan semangat pengabdian yang tinggi, bidan terus hadir di tengah masyarakat untuk mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas,” katanya.
Ia menjelaskan, IBI Cabang Bantul saat ini memiliki 755 anggota yang tersebar di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Selain itu terdapat 404 bidan yang menjalankan praktik mandiri dan melayani masyarakat di 75 kalurahan se-Kabupaten Bantul.
Lebih lanjut Rohidayati menjelaskan, menjelang peringatan HUT ke-75, IBI Bantul telah melaksanakan sejumlah kegiatan sosial dan pelayanan kesehatan. Di antaranya program Opor Bu Bidan (Obrolan Pelayanan dan Respon Cepat Bu Bidan) yang memberikan layanan kesehatan dasar kebidanan dan kandungan bagi para pemudik menjelang Idulfitri.
Selain itu, IBI Bantul juga menyelenggarakan bakti sosial imunisasi yang dilaksanakan serentak di seluruh Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) pada 29 April hingga 22 Mei 2026 serta bakti sosial keluarga berencana (KB) yang menyasar masyarakat di seluruh wilayah Bantul.
“Berbagai kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian profesi bidan kepada masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menegaskan bahwa bidan memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Menurutnya, upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045 harus dimulai dengan memastikan kesehatan ibu hamil, ibu melahirkan, bayi, dan anak sejak dini.
“Kita ingin memastikan bayi-bayi lahir sehat, ibu-ibu melahirkan sehat, dan anak-anak tidak stunting. Mereka inilah yang pada tahun 2045 akan menjadi generasi penerus yang menentukan masa depan bangsa,” tutur Bupati.
Bupati menyebut tugas bidan merupakan amanah yang sangat mulia karena berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Oleh sebab itu, profesionalisme bidan harus terus ditingkatkan dan diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara bidan, puskesmas, dan posyandu dalam memperkuat layanan kesehatan promotif dan preventif di masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bantul, lanjutnya, terus mendorong penguatan kapasitas kader posyandu agar mampu mendukung upaya penurunan angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan stunting.
“IBI telah berkontribusi besar dalam pengembangan sumber daya manusia di Bantul. Karena itu, tingkatkan terus profesionalisme dan jalin kerja sama yang baik demi kesehatan masyarakat,” tandas Bupati. (Fza)




