Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada 57 pendonor yang telah mendonorkan darah secara sukarela hingga 50 kali. Penghargaan tersebut diserahkan dalam Bakti Sosial yang digelar di Aula Pemda II Manding pada Senin (22/6/2026). Acara ini digelar sebagai rangkaian dari Hari Jadi ke-195 Kabupaten Bantul.
Dalam sambutannya, Halim menyampaikan apresiasi kepada para pendonor. Ia juga menyatakan bahwa Bantul merupakan daerah yang memiliki tradisi kuat dalam kepedulian sosial dan semangat gotong royong. Menurutnya, nilai tersebut merupakan kekuatan penting dalam kehidupan masyarakat Bantul.
“Bantul adalah tempat yang sangat peduli terhadap masalah kemanusiaan. Bantul adalah kota relawan, tempat di mana orang-orang peduli itu tinggal,” kata Bupati.
Berdasarkan laporan Kepala Dinas Sosial Bantul, Sukrisna Dwi Susanta, terdapat beberapa kegiatan yang dilaksanakan dalam momen Bakti Sosial ini. Di antaranya adalah fitting sekaligus penyerahan 61 alat bantu disabilitas berupa kursi roda adaptif dan standing frame kayu, bekerja sama dengan Bapel Jamkesos DIY.
Bupati Bantul menyampaikan harapannya agar para penyandang disabilitas yang menerima bantuan alat bantu dapat memperoleh manfaat yang optimal untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
“Semoga Saudara-saudara para penyandang disabilitas senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemampuan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari secara produktif. Apa yang telah dipersembahkan ini mudah-mudahan akan membantu untuk bisa beraktivitas secara lebih baik dan lebih lancar,” katanya.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bantul untuk terus memperkuat sistem jaminan sosial dan pelayanan kepada kelompok rentan. Pemerintah akan terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk kebutuhan alat bantu bagi penyandang disabilitas.
Selain penghargaan donor darah dan penyerahan alat bantu disabilitas, Pemkab Bantul juga menyalurkan berbagai bantuan. Mulai dari santunan untuk 50 anak yatim dan dhuafa bekerja sama dengan Baznas Bantul, bantuan usaha bagi pelaku UMKM disabilitas, bantuan toko kelontong, bingkisan khitan massal bagi 50 anak, bantuan RTLH untuk 7 penerima manfaat, hingga bantuan pembangunan 1 unit MCK.
Selain itu juga disalurkan bantuan sosial SAPA Bantul berupa paket sembako kepada 1.000 penerima manfaat serta dana hibah kepada 16 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang selama ini berperan dalam pelayanan sosial di masyarakat.
Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bantul juga turut andil dengan memberikan edukasi mengenai jenis-jenis narkotika, layanan konseling, serta pemeriksaan kesehatan gratis berupa pemeriksaan tekanan darah. (Hahn)





