Pemkab Bantul Salurkan Santunan untuk 292 Anak Yatim, Piatu, dan Yatim Piatu di Imogiri

Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) kembali menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kesejahteraan Anak Yatim, Piatu, dan Yatim Piatu Kabupaten Bantul Tahun 2026 di Balai Kalurahan Karangtalun, Kapanewon Imogiri, Rabu (24/06/2026). 

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul, Pambudi Arifin Rakhman, menyampaikan bahwa kegiatan di Kapanewon Imogiri diikuti oleh 292 anak yatim, piatu, dan yatim piatu yang berasal dari delapan kalurahan.

“Kegiatan peningkatan kesejahteraan anak yatim di Kabupaten Bantul tahun 2026 berlokasi di empat kapanewon yang angka kemiskinan ekstremnya masih tinggi, yaitu Kapanewon Dlingo, Imogiri, Pandak, dan Kasihan,” ujar Pambudi.

Ia menjelaskan, tujuan utama kegiatan tersebut adalah memberikan motivasi dan semangat kepada anak-anak yatim agar tetap optimistis dalam menjalani kehidupan dan meraih cita-cita.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan motivasi dan semangat kepada anak-anak agar tetap percaya diri, terus belajar, dan memiliki harapan yang besar untuk masa depan,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya melihat anak-anak yatim di Bantul tetap menunjukkan semangat dalam menjalani kehidupan, rajin beribadah, dan tekun belajar.

“Inilah yang kita harapkan, bahwa anak-anak di Bantul ini harus terus kita dukung dan motivasi. Jangan sampai mereka terus-menerus larut dalam kesedihan karena tidak memiliki ayah, ibu, atau bahkan keduanya,” kata Bupati.

Bupati juga mengajak para peserta untuk meneladani tokoh-tokoh besar dunia yang berasal dari latar belakang sebagai anak yatim. Menurutnya, kondisi tersebut tidak menjadi penghalang untuk meraih kesuksesan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Sejarah menunjukkan banyak tokoh besar dunia yang justru berasal dari anak yatim. Contoh terbaik adalah Nabi Muhammad SAW yang telah kehilangan ayahnya sejak masih dalam kandungan dan menjadi yatim piatu pada usia enam tahun. Namun beliau mampu tumbuh menjadi manusia terbaik yang membawa perubahan besar bagi dunia,” tuturnya.

Lebih lanjut, Abdul Halim Muslih menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bantul akan terus hadir memberikan pendampingan, perlindungan, dan motivasi kepada anak-anak yatim, piatu, dan yatim piatu agar tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan berprestasi.

“Walaupun kalian tidak memiliki ayah, ibu, atau bahkan keduanya, pemerintah akan senantiasa mendampingi, mengayomi, dan memotivasi kalian supaya menjadi anak-anak hebat Indonesia yang berguna bagi bangsa dan negara,” pesannya. (Fza)

Berbagi:

Pos Terbaru :