RAPI Bantul Gelar Musyawarah Wilayah 02, Perkuat Soliditas dan Regenerasi Relawan Komunikasi

Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 02 Kabupaten Bantul menggelar Pembukaan Musyawarah Wilayah 02 di Mandala Saba Madya, Gedung Induk Lantai III Parasamya, Kabupaten Bantul. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan arah pengembangan RAPI sebagai mitra strategis pemerintah dalam bidang komunikasi dan kemanusiaan.

Ketua Wilayah 03 RAPI Bantul, Toni Riyantono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musyawarah Wilayah 02 tahun ini dilaksanakan secara sederhana, namun tetap mengedepankan koordinasi dan semangat kebersamaan. Ia menjelaskan bahwa seluruh RAPI Lokal di 17 kapanewon di Kabupaten Bantul telah terbentuk, sehingga musyawarah kali ini dihadiri oleh perwakilan dari seluruh RAPI Lokal tersebut.

"Ini merupakan satu-satunya di Daerah Istimewa Yogyakarta di mana RAPI Lokal telah terbentuk di seluruh kapanewon. Hal ini menjadi kebanggaan sekaligus modal besar bagi kita untuk terus memperkuat organisasi," ujarnya.

Lebih lanjut, Toni menekankan pentingnya regenerasi dalam tubuh RAPI agar organisasi tetap mampu berkiprah dan menjawab tantangan zaman. Menurutnya, keberadaan RAPI tidak hanya menjadi sarana komunikasi radio antarwarga, tetapi juga memiliki peran sosial yang sangat besar dalam membantu masyarakat.

"Kita menyadari bahwa keberadaan RAPI tidak hanya sebatas sebagai wadah komunikasi radio antarwarga, tetapi lebih dari itu, RAPI mengemban misi sosial yang luar biasa. Karena itu, regenerasi menjadi hal yang harus terus kita dorong agar semangat pengabdian ini terus berlanjut," tambahnya.

Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyampaikan apresiasi atas eksistensi dan dedikasi para anggota RAPI yang selama ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kebencanaan. Menurutnya, kebutuhan akan kehadiran orang-orang baik yang bersedia meluangkan waktu untuk kepentingan masyarakat akan semakin besar di masa mendatang.

"Semakin hari kita semakin memerlukan banyak orang-orang baik, orang-orang yang menyediakan dirinya dan waktunya untuk kemasyarakatan dan kebaikan. Tidak semua persoalan dapat diatasi oleh pemerintah. Bahkan di negara-negara maju sekalipun masih banyak komunitas relawan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat," ujar Halim.

Ia menambahkan bahwa Kabupaten Bantul pernah ditetapkan oleh Kementerian Sosial sebagai daerah dengan relawan terkuat di Indonesia. Predikat tersebut menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat Bantul telah mengakar kuat dan perlu terus dipertahankan.

Menurut Halim, Musyawarah Wilayah RAPI merupakan forum strategis untuk menyusun langkah organisasi ke depan sekaligus memberikan arah bagi pengembangan RAPI agar semakin adaptif terhadap tantangan yang dihadapi masyarakat.

"Musyawarah wilayah ini menjadi forum yang sangat penting bagi seluruh aktivis RAPI Kabupaten Bantul agar memperoleh arah pengembangan organisasi di masa depan. RAPI merupakan salah satu mitra pemerintah, terutama saat terjadi peristiwa-peristiwa yang membutuhkan semangat gotong royong dan komunikasi yang cepat," ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak seluruh anggota RAPI Kabupaten Bantul untuk terus menjaga soliditas, kekompakan, dan semangat pengabdian kepada masyarakat. Mengingat posisi Kabupaten Bantul yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, peran para relawan, termasuk RAPI, dinilai sangat vital dalam membantu pemerintah meminimalkan risiko serta dampak yang ditimbulkan akibat bencana maupun situasi darurat lainnya.

"Pemerintah Kabupaten Bantul sangat berharap bantuan para relawan dalam mengatasi berbagai risiko dan dampak yang timbul akibat kondisi wilayah yang rawan bencana. Karena itu, soliditas dan kekompakan seluruh anggota RAPI harus terus dijaga agar kebermanfaatannya bagi masyarakat semakin besar," pungkasnya. (Ami)

Berbagi:

Pos Terbaru :