TPST Modalan Berbenah, Optimalkan Pengolahan Sampah di Kabupaten Bantul

Memilah sampah, menjadi hal yang akrab kita dengar, namun belum terbiasa untuk kita lakukan. Sampah bercampur masih banyak menumpuk di berbagai tempat. Berbagai alasan banyak dikemukakan tentang repotnya memilah sampah. Namun, banyak hal yang tidak kita ketahui bahwa dibalik timbunan sampah, ada sekelompok orang yang setiap harinya berjibaku mengolah sampah demi mengurangi pencemaran lingkungan.

Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Modalan menjadi tulang punggung pengolahan sampah di Kabupaten Bantul. TPST ini mengelola sampah organik menjadi pupuk kompos, sementara sampah non organik akan diolah dan residunya akan disalurkan ke industri recycle sebagai campuran pembuatan paving blok. Telah beroperasi sejak Tahun 2024, TPST ini diklaim bisa mengolah 50 ton sampah per hari, namun karena berbagai kendala, saat ini TPST Modalan hanya mampu mengolah sekitar 15 ton sampah per hari. 

Menurut Kepala UPTD Kebersihan, Persampahan dan Pertamanan, Arief Nurul Umam menurunnya kemampuan TPST Modalan dalam mengelola sampah setiap harinya karena beberapa mesin belum beroperasi secara optimal, serta sampah organik yang masih terlalu basah.

“Menurunnya kemampuan pengolahan sampah di TPST Modalan ini karena mesin pretreatment yang belum optimal dan mesin insinerator yang bermasalah pada bagian pembuangan abu sehingga tidak bisa mencapai kapasitas optimal. Selain itu, sampah organik yang terlalu basah juga membutuhkan waktu yang sangat lama untuk pembakarannya,” ungkap Umam. 

Terletak di Kapanewon Banguntapan yang merupakan wilayah suburban, dengan penyumbang sampah terbesar di Kabupaten Bantul, TPST Modalan kian berbenah. Pada Tahun ini, TPST ini akan kembali mendapatkan alokasi penambahan dan perbaikan beberapa fasilitas, antara lain mesin crusher yang akan diganti menjadi bulky shredder sebanyak dua unit yang berfungsi untuk menghancurkan sampah berukuran besar, penambahan mesin pencacah anorganik Refuse Derived Fuel (RDF) sebanyak dua unit, penambahan mesin pengering (rotary dryer) untuk menurunkan kadar air pada sampah organik, insinerator diretrofikasi dengan menambahkan lubang pengeluaran abu, serta perubahan layout besar untuk mengoptimalkan proses pengolahan sampah. 

Dengan penambahan dan perbaikan berbagai fasilitas tersebut, TPST Modalan diharapkan mampu mengoptimalkan pengelolaan sampah secara lebih efektif dan berkelanjutan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat. (Pg)

Berbagi:

Pos Terbaru :