Empat Proyek Diresmikan, Bupati: Pembangunan yang Sesungguhnya Bukan Milik Pemerintah

Menjelang hari jadi ke-195 Kabupaten Bantul, empat proyek diresmikan pada Rabu (8/7/2026). Empat proyek tersebut adalah Jembatan Pucunggrowong, peningkatan kualitas jalan Bangunjiwo-Kasihan sepanjang 3,02 kilometer, proyek padat karya di Bakulan, serta pembangunan Balai Keluarga Berencana (KB) di Kapanewon Imogiri.

“Proyek-proyek yang diresmikan hari ini memiliki peran yang sangat strategis bagi masa depan Bantul. Dengan meningkatnya infrastruktur, akan menghidupkan roda perekonomian,” ujar Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, di sela-sela peresmian proyek.

Lebih lanjut, Halim menegaskan bahwa pembangunan yang sesungguhnya bukan milik pemerintah, melainkan milik masyarakat. Anggaran yang digunakan merupakan uang rakyat yang dikembalikan untuk kemaslahatan rakyat.

Tengok saja pada proyek peningkatan jalan Bangunjiwo-Kasihan ataupun selesainya pembangunan Jembatan Pucunggrowong. Ini adalah upaya memotong urat nadi wilayah yang selama ini kurang terhubung atau terisolir, serta memperlancar arus mobilitas barang jasa. Dengan demikian, roda perekonomian daerah bergerak lebih cepat dan efisien.

Atau bagaimana proyek padat karya di Bakulan diselesaikan dengan tidak hanya memandang sebagai pembangunan fisik semata. Melainkan bagaimana nilai gotong-royong masih tetap lestari. Proyek padat karya juga membuka lapangan kerja langsung bagi warga, menstimulus ekonomi akar rumput, dan menumbuhkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap fasilitas publik yang dibangun.

“Oleh karena itu, saya berpesan dan menitipkan seluruh fasilitas yang telah dibangun kepada masyarakat Bantul. Rawat dengan baik. Jagalah dengan rasa memiliki yang tinggi karena pembangunan yang hebat tidak akan bertahan lama tanpa adanya budaya merawat yang kuat dari masyarakatnya,” imbuh Halim,

Selain pembangunan fisik, pada peringatan hari jadi tahun ini, dilakukan pula pembangunan sumber daya manusia melalui proyek pembangunan Balai KB. Pembangunan ini merupakan wujud nyata pemerintah dalam menjaga pilar terkecil pertahanan bangsa, yakni keluarga. Dari sinilah generasi masa depan disiapkan, generasi Bantul yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting. (Els)

Berbagi:

Pos Terbaru :