Festival Rintisan Desa Budaya Tahun 2026 resmi digelar di Lapangan Kalurahan Kebonagung, Kapanewon Imogiri, selama dua hari, pada Jumat–Sabtu (10–11 Juli 2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul ini menjadi wadah bagi kalurahan rintisan desa budaya untuk menampilkan potensi seni, budaya, dan tradisi sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sekretaris Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul, Sarjiman, saat membuka festival pada Jumat (10/7/2026), mengatakan penyelenggaraan Festival Rintisan Desa Budaya merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Bantul dalam mendampingi kalurahan yang telah ditetapkan sebagai rintisan desa budaya.
"Desa-desa yang sudah berstatus rintisan budaya ini kita lakukan pendampingan dan pembinaan selama tiga tahun yang harapannya nanti akan kita usulkan menjadi desa budaya dan desa mandiri budaya untuk tataran tingkat provinsi DIY, sehingga kegiatan festival selama dua hari ini merupakan bagian dari fasilitasi yang kita berikan untuk menunjukkan potensi seni dan budaya dari desa-desa rintisan budaya yang telah kita tetapkan," ujarnya.
Sarjiman menjelaskan, hingga tahun 2026 terdapat 75 kalurahan di Kabupaten Bantul. Sebanyak 51 kalurahan telah menyandang status Desa Budaya maupun Desa Mandiri Budaya, sedangkan 24 kalurahan lainnya masih berada pada tahap rintisan.
Menurutnya, 24 kalurahan tersebut akan menjalani proses verifikasi selama dua tahun, yakni pada 2026 hingga 2027. Pada tahun ini, Dinas Kebudayaan telah melakukan verifikasi terhadap 12 kalurahan calon rintisan desa budaya, termasuk Kalurahan Kebonagung.
"Insyaallah dalam waktu dekat akan diterbitkan Surat Keputusan Bupati tentang penetapan desa rintisan budaya. Setelah itu juga akan dilaksanakan kepyakan sebagai bagian dari rangkaian penetapan kalurahan rintisan desa budaya," katanya.
Sementara itu, Seksi Lembaga Budaya Bidang Adat, Tradisi, Lembaga Budaya dan Seni Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul, Endri Astuti, mengatakan Festival Rintisan Desa Budaya merupakan pelaksanaan subkegiatan pembinaan dan pengembangan desa rintisan serta kampung budaya.
Ia menuturkan, kegiatan tersebut bertujuan memberikan ruang ekspresi bagi kalurahan rintisan desa budaya untuk melestarikan sekaligus mengembangkan potensi seni, budaya, dan tradisi yang dimiliki sehingga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Festival ini diharapkan mampu memperkuat pelestarian budaya sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan potensi budaya lokal," jelas Endri.
Festival tahun ini diikuti lima kalurahan rintisan desa budaya, yaitu Kalurahan Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipuro; Kalurahan Tirtohargo, Kapanewon Kretek; Kalurahan Terong, Kapanewon Dlingo; Kalurahan Imogiri, Kapanewon Imogiri; dan Kalurahan Donotirto, Kapanewon Kretek.
Pada hari pertama, Kalurahan Sumbermulyo menampilkan kesenian Reog Wayang, sedangkan Kalurahan Tirtohargo membawakan pertunjukan Jathilan. Sementara pada hari kedua, Kalurahan Imogiri menyuguhkan Sendratari Kutomoro, Kalurahan Terong menampilkan Sendratari Upacara Adat Wiwitan, dan Kalurahan Donotirto mementaskan kesenian rakyat Ketoprak.
Seluruh rangkaian Festival Rintisan Desa Budaya Tahun 2026 didanai melalui Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun Anggaran 2026. (Fza)




