Pemilihan Lurah (Pilur) serentak Kabupaten Bantul 2026 berlangsung aman, lancar, dan damai. Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil pemantauan langsung jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS), Minggu (4/10/2026).
Pilur serentak tahun ini diikuti 87 calon lurah yang bertarung di 30 kalurahan. Proses pemungutan suara berlangsung dengan partisipasi masyarakat yang cukup tinggi.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan, hingga siang hari pelaksanaan Pilur terpantau kondusif. Ia berharap kondisi tersebut terus terjaga hingga seluruh tahapan pemilihan selesai.
“Sampai detik ini, pemilihan lurah di seluruh Kabupaten Bantul terpantau aman, lancar, dan damai. Inilah yang kita harapkan. Kedewasaan berdemokrasi masyarakat Bantul harus terus ditingkatkan,” kata Halim saat melakukan pemantauan.
Bupati juga mengingatkan masyarakat untuk menghormati perbedaan pilihan. Menurutnya, perbedaan dukungan merupakan hal yang wajar dalam proses demokrasi dan tidak seharusnya menjadi pemicu konflik di tengah masyarakat.
Ia menegaskan seluruh calon lurah memiliki tujuan yang sama, yakni memajukan kesejahteraan masyarakat serta menjadikan pemerintahan kalurahan mampu mengayomi dan melayani seluruh warga.
“Karena tujuannya baik semua kan. Tujuannya baik untuk membawa kalurahan ini menjadi institusi pemerintah kalurahan yang mengayomi semuanya, melayani semuanya. Tujuannya baik semua lima kandidat ini,” ujarnya.
Karena itu, Bupati meminta masyarakat tidak menjadikan perbedaan dukungan sebagai alasan untuk saling menjatuhkan. Ia menilai setiap warga perlu menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi hasil Pilur.
“Maka tidak ada alasan untuk saling konflik, apalagi menjatuhkan. Itu tidak boleh. Itu namanya tidak dewasa,” ucap Bupati.
Dari hasil pemantauan di sejumlah TPS, tingkat partisipasi masyarakat juga menunjukkan angka yang cukup tinggi. Bupati memperkirakan partisipasi pemilih berada pada kisaran 80 hingga 85 persen dari daftar pemilih tetap (DPT).
Salah satunya terlihat di TPS 12 Panjangjiwo. Hingga sebelum pukul 11.00 WIB, sekitar 75 persen dari total 441 pemilih dalam DPT telah menggunakan hak pilihnya.
“Saya kira sampai jam 13.00 WIB saat TPS ditutup jumlah warga yang menggunakan hak pilih bisa mencapai 85 persen,” katanya.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan di empat TPS, seluruh proses berjalan lancar, termasuk di TPS dengan jumlah pemilih yang cukup besar.
“Sampai siang ini kita sudah mengunjungi empat TPS. Ini dari seluruh TPS yang ada, semuanya lancar. Sehingga ada yang TPS DPT-nya itu mendekati 600 pun tetap lancar. Sehingga tidak ada kendala,” kata Aris.
Selain memantau proses pemungutan suara, Aris juga memberikan perhatian terhadap proses administrasi setelah pemungutan suara. Ia meminta petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) berhati-hati dalam mengisi berita acara dan melakukan perekapan hasil suara.
“Mohon nanti hati-hati dalam menulis, jangan sampai salah, menyalin jangan sampai keliru juga. Dan untuk diperhatikan yang namanya saksi,” ujarnya.
Dalam pemantauan tersebut, Wakil Bupati juga menyoroti persoalan data pemilih. Ia menyebut masih terdapat warga yang secara administratif tercatat dalam DPT meski telah berpindah tempat tinggal atau bahkan telah meninggal dunia.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi untuk penyelenggaraan Pilur berikutnya.
“Bahkan di dusun kami aja hampir ada 11 yang seperti itu. Ada yang meninggal juga masih masuk. Nanti ke depan biar kita untuk periode Pilur 2028 nanti insyaallah ini sebagai bahan evaluasi kita. Biar DPT mendekati kebenaran. Kalau bisa ya kebenaran,” kata Aris.
Meski terdapat catatan terkait data pemilih, Aris memastikan situasi pelaksanaan Pilur hingga siang hari tetap kondusif. Ia berharap kondisi tersebut dapat dipertahankan hingga proses penghitungan suara selesai.
“Kalau kerawanan alhamdulillah sampai sekarang masih kondusif. Jadi kita perkirakan seandainya, mudah-mudahan nggak ada kerawanan,” tandasnya. (Fza)




