Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar seminar nasional bertajuk “Menelusuri Jejak Perjuangan dan Pengabdian Wartawan Fuad Muhammad Syafruddin (Udin)” di Gedung Induk Lantai 3, Komplek Parasamya, Bantul, Kamis (29/10/2026).
Udin merupakan wartawan Harian Bernas Yogyakarta sekaligus anggota PWI yang dikenal berani mengungkap persoalan pemerintahan dan memperjuangkan kepentingan publik pada masa Orde Baru. Keberanian dan pengabdiannya dalam menjalankan tugas jurnalistik menjadi dasar bagi PWI DIY untuk mengusulkan Udin sebagai Pahlawan Nasional di bidang jurnalistik.
Seminar tersebut diikuti lebih dari 100 peserta secara daring dan luring. Peserta berasal dari kalangan akademisi, pelajar, sejarawan, unsur pemerintahan, budayawan, pemuka agama, organisasi kemasyarakatan, serta pengurus PWI dari berbagai daerah. Kegiatan ini juga dihadiri secara daring oleh Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono, serta dihadiri Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Ketua PWI Pusat Akhmad Munir, dan Ketua PWI DIY.
Dalam laporannya, Ketua Tim Ad Hoc, Ki Bambang Widodo, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan 30 tahun wafatnya Udin pada 14 Agustus 2026. Ia menjelaskan bahwa PWI telah menyelenggarakan sejumlah kegiatan sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Udin.
“Dalam rangkaian upaya ini, kami telah meresmikan prasasti di Gedung Tinggi DIY, Jalan Gambiran 45, Yogyakarta, serta memasang tetenger di Trirenggo, Bantul. Pada 24 Oktober 2026, kami juga mengadakan FGD bersama Wakil Menteri Sosial RI, yang kemudian dilanjutkan dengan seminar nasional hari ini,” ujar Bambang.
Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono mengapresiasi upaya pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional. Ia menyatakan dukungannya terhadap upaya tersebut sekaligus menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dan pemenuhan persyaratan pengusulan.
“Saya mendukung secara pribadi upaya ini. Pengusulan membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat, serta kajian yang memenuhi aspek kepribadian, administrasi, dan prosedural,” ujarnya.
Ketua PWI Pusat, Akhmad Munir juga mengapresiasi penyelenggaraan seminar nasional tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperjuangkan pengakuan atas jasa dan pengabdian Udin di bidang jurnalistik.
“Seminar ini merupakan bentuk ikhtiar bersama agar Fuad Muhammad Syafruddin (Udin) memperoleh pengakuan yang layak sebagai Pahlawan Nasional atas perjuangan dan pengabdiannya dalam dunia jurnalistik,” ungkap Akhmad.
Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengapresiasi penyelenggaraan seminar tersebut. Ia menilai kegiatan ini dapat memperkuat peran jurnalisme sebagai salah satu pilar demokrasi.
“Saya berharap kegiatan ini memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bantul dan insan pers. Generasi muda juga diharapkan dapat memetik keteladanan Udin, terutama kegigihan, keberanian, dan integritas dalam menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi,” ungkapnya.
Melalui seminar nasional ini, PWI DIY berharap perjuangan Udin dalam mengungkap persoalan pemerintahan dan memperjuangkan kepentingan publik pada masa Orde Baru semakin dikenal masyarakat. PWI DIY juga berharap pengabdian Udin di bidang jurnalistik memperoleh pengakuan di tingkat nasional melalui pengusulannya sebagai Pahlawan Nasional. (AG-Fza)




