Berawal dari keinginan mencari kesibukan di penghujung masa kuliah pada 2019, Mohamad Naufal Rehan (30) justru menemukan peluang usaha dari dunia akuarium. Ketertarikannya bermula ketika melihat adiknya membeli akuarium. Dari situ, Naufal mulai mencoba menghias dan menata akuarium hingga akhirnya mengenal seni aquascape.
Kini, melalui usaha bernama Aquadiys Aquascape, Naufal mengembangkan bisnis penyedia bahan dan jasa pembuatan aquascape dengan fokus pada pembuatan hiasan atau hardscape. Hiasan tersebut menjadi salah satu elemen utama dalam membentuk lanskap bawah air melalui susunan kayu dan batu yang ditata menyerupai pemandangan alam.
“Awalnya hanya mencari kesibukan. Kemudian tertarik dengan dunia akuarium, ternyata bisa dihias. Akhirnya saya mulai mencoba membuat aquascape,” ungkap Naufal.
Dalam proses pembuatannya, Naufal mengandalkan kreativitas dan imajinasi yang dipadukan dengan berbagai referensi, mulai dari foto, video, Pinterest, hingga pengamatan langsung terhadap alam. Material yang digunakan pun beragam, mulai dari bahan alami seperti kayu dan batu hingga tanaman serta ornamen sintetis berbahan plastik, busa, maupun spons.
Tingkat kerumitan desain menjadi tantangan tersendiri dalam proses produksi. Terlebih untuk pesanan berbentuk diorama yang membutuhkan ketelitian dalam menyusun setiap bagian agar menghasilkan perspektif dan tampilan sesuai keinginan pelanggan. Untuk hiasan berukuran kecil, pengerjaan dapat diselesaikan sekitar 10–15 menit, sedangkan ukuran besar membutuhkan waktu satu hingga dua jam.
Produk Aquadiys Aquascape dibanderol mulai dari Rp20.000 hingga jutaan rupiah, bergantung pada ukuran dan tingkat kerumitan desain. Selain menjual hiasan secara terpisah, Naufal juga melayani pembuatan akuarium dalam paket lengkap atau full set. Paket tersebut meliputi akuarium, dekorasi, filter, lampu, timer, hingga perangkat CO2.
Menariknya, sebagian besar pelanggan Aquadiys Aquascape justru berasal dari luar Yogyakarta. Kondisi tersebut mendorong Naufal mengembangkan produk hardscape yang lebih aman untuk dikirim ke berbagai daerah. Berbeda dengan akuarium yang rentan pecah selama pengiriman, produk hiasan relatif lebih mudah dikemas menggunakan bubble wrap tebal dan kardus. Khusus produk berukuran besar, digunakan tambahan kemasan kayu untuk memberikan perlindungan lebih selama proses pengiriman.
Untuk menjangkau pelanggan yang lebih luas, Aquadiys Aquascape tidak hanya melayani pembelian secara langsung, tetapi juga memasarkan produknya melalui berbagai marketplace, salah satunya Shopee. Melalui pemasaran daring tersebut, konsumen dari berbagai daerah dapat melihat pilihan produk dan melakukan pemesanan dengan lebih mudah tanpa harus datang langsung ke lokasi usaha.
Aquadiys Aquascape berlokasi di kawasan Patalan, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi tersebut menjadi tempat Naufal mengembangkan kreativitas sekaligus menjalankan kegiatan produksi untuk memenuhi permintaan pelanggan.
Dalam sebulan, produksi hiasan dapat mencapai ratusan buah, menyesuaikan jumlah pesanan yang masuk. Sementara itu, kebutuhan bahan baku diperoleh dari sejumlah pemasok di berbagai daerah. Salah satunya adalah kayu rasamala yang didatangkan dari Banten.
Bagi Naufal, aquascape bukan sekadar aktivitas menghias akuarium, melainkan perpaduan antara kreativitas, imajinasi, dan pengetahuan dalam menciptakan lanskap bawah air yang indah. Melalui Aquadiys Aquascape, ia berharap semakin banyak masyarakat mengenal seni aquascape sekaligus melihat peluang usaha dari hobi yang ditekuni.
Kisah Naufal menjadi gambaran bahwa hobi yang berawal dari rasa penasaran dapat berkembang menjadi peluang usaha. Dengan kreativitas, ketekunan, dan pemanfaatan pemasaran digital, Aquadiys Aquascape mampu memperluas jangkauan pasar hingga ke berbagai daerah. (ADS)



