Data Kabupaten Bantul

1. Batas Wilayah Administrasi 

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai empat kabupaten dan satu kotamadya, salah satunya adalah Kabupaten Bantul. Apabila dilihat dari bentang alamnya, wilayah Kabupaten Bantul terdiri dari daerah dataran yang terletak pada bagian tengah dan daerah perbukitan yang terletak pada bagian timur dan barat, serta kawasan pantai di sebelah selatan. Kondisi bentang alam tersebut relatif membujur dari utara ke selatan. Secara geografis, Kabupaten Bantul terletak antara 14º04'50" - 27º50'50" Lintang Selatan dan 110º10'41" - 110º34'40" Bujur Timur. Di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Gunungkidul, di sebelah utara berbatasan dengan Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman, di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Kulon Progo, dan di sebelah selatan berbatasan dengan Samudra Indonesia.

 

2. Kondisi Topografi

Kondisi Topografi Kabupaten Bantul antara lain sebagian dataran rendah 40% dan lebih dari separuhnya yaitu 60% merupakan daerah perbukitan yang kurang subur. Secara garis besar kondisi topologi terdiri dari:
a. Bagian Barat, adalah daerah landai yang kurang serta perbukitan yang membujur dari Utara ke Selatan seluas 89,86 km2 (17,73 % dari seluruh wilayah).
b. Bagian Tengah, adalah daerah datar dan landau merupakan daerah pertanian yang subur seluas 210.94 km2 (41,62 %).
c. Bagian Timur, adalah daerah yang landai, miring dan terjal yang keadaannya masih lebih baik dari daerah bagian Barat, seluas 206,05 km2 (40,65%).
d. Bagian Selatan, adalah sebenarnya merupakan bagian dari daerah bagian Tengah dengan keadaan alamnya yang berpasir dan sedikit berlaguna, terbentang di Pantai Selatan dari Kecamatan Srandakan, Sanden dan Kretek.

 

3. Luas dan TInggi Wilayah Kabupaten Bantul Menurut Kapanewon Tahun 2020

Luas wilayah Kabupaten Bantul adalah 506,85 Km2, terdiri dari 17 kapanewon yang dibagi menjadi 75 desa dan 933 pedukuhan. Dlingo adalah kapanewon yang mempunyai wilayah paling luas, yaitu 55,87 Km2, sementara Srandakan adalah kapanewon dengan wilayah paling sempit, yaitu 18,32 Km2.

Wilayah Kabupaten Bantul memiliki tinggi rata-rata 58 mdpl dengan wilayah paling rendah berada di Kapanewon Srandakan yang berbatasan langsung dengan laut dengan rata-rata tinggi wilayah 12 mdpl. Sementara Kapanewon Dlingo dengan rata-rata tinggi wilayah 200 mdpl merupakan wilayah tertinggi di Kabupaten Bantul.

 

4. Kondisi Geologi

Berdasarkan struktur geologi, luas tanah di Kabupaten Bantul sebagian besar adalah jenis Regosol.  Beberapa susunan struktur geologi Kabupaten Bantul sebagai berikut:
a. Regosol  seluas 51%
b. Grumusol seluas 15%
c. Lithosol seluas 14%
d. Latosol seluas 13%
e. Mediteran seluas 3%
f.  Renzina seluas 2%
g. Aluvial seluas 2%

 

5. Jumlah Curah Hujan dan Hari Hujan Menurut Bulan di Kabupaten Bantul

Curah hujan tertinggi di Kabupaten Bantul pada tahun 2020 terjadi pada bulan Maret sebanyak 195,9 mm3 (milimeter kubik) namun hujan paling banyak terjadi pada bulan Desember, yaitu sebanyak 21 hari.