Hal diatas disampaikan oleh Asisten III Sekda Kabupaten Bantul Drs.Mardi Ahmad saat membuka acara Sosialisasi UU No 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan, berlangsung di Gedung Induk Lantai III, Jumat ( 25/11).
H. Mardi mencontohkan, beberapa waktu lalu ada satu insiden kecil di suatu acara resmi di sebuah kantor pemerintah yang dihadiri banyak pejabat dan tokoh masyarakat namun ditengah tengah acara salah satu peserta upacara keliru membacakan tek yang seharusnya dibaca, sehingga para peserta upacara pada tersenyum bahkan diselingi kata-kata komentar. Insiden kecil tersebut terbukti cukup merusak suasana yang telah berlangsung secara hikmat. "Contoh insiden tersebut mebuktikan bahwa petugas protokol harus jeli, teliti dan perlu berkoordinasi dengan matang untuk dapat mengatur segala sesuatu yang terkait dengan suatu acara dengan sebaik mungkin agar jalannya acara dapat berlangsung dengan lancar tanpa ada hambatan." jelas Mardi.
Sementara menurut laporan yang disampaikan oleh ketua panitia penyelenggara Kepala Bagian Protokol Kabupaten Bantul Drs. Dalyanto mengatakan bahwa acara sosialisasi ini dilaksanakan bertujuan antara lain untuk memberikan wawasan kepada pihak-pihak terkait yang sering melaksanakan berbagai acara resmi khususnya untuk dapat memandu suatu acara yabg dilaksnakan dilingkungan kerjanya. Sedangkan acara diikuti oleh 75 peserta dari unsur pemandu acara. anggota paduan suara dari bagian, dinas dan kecamatan se Kabupaten Bantul.
Sementara nara sumber yang menyampaikan materi dalam acara tersebut diantaranya Yohanes Ariyanto,SE. MM., Subag Tata Laksana pada Bagian Protokol dan Turino, S Sn guru SMN Kasihan Yogyakarta. (Sit)