DPRD Kabupaten Tanatoraja Berkunjung di Bantul

Sebanyak 20 orang tamu dari Kabupaten Tonatoraja yang terdiri dari anggota dewan dan kepala SKPD berkunjung di Kabupaten Bantul diterima Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bantul DR Drs. Suyoto HS MSi. MMA didampingi SKPD terkait bertempat di Pendopo Parasamya Bantul, Senin (9/5).

Ketua rombongan tamu Andreas Tandan, SE saat menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan mengatakan bahwa kunjungannya dalam rangka mendalami dua buah rancangan Panitia Khusus terkait dengan bidang Lingkungan Hidup dan Bidang Perhubungan yang telah dilaksanakan di Kabupaten Bantul.

"Saat ini kami sedang membahas dua rancangan yantu di bidang perhubungan darat dan lingkungan hidup di Kabupaten Tanatoraja, karena daerah kami merupakan daerah tujuan wisata , maka kami mempunyai beberapa kendala di dua hal tersebut. Maka pada hari ini kami membutuhka masukan dari para pejabat terkait di Kabupaten Bantul ini, " kata Andreas Tandan.

Untuk itu kami beserta beberapa SKPD yang terkait diantaranya Kepala BLH, Kepala Dinas Perhubungan, Kabag. Hukum, Kabag. SDA dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tanatoraja.

Saat Adrean menyampaikan potensi Kabupaten Tanatoraja, dia mengatakan bahwa sebagian besar wilayahnya merupakan pegunungan yang terletak 2.000 meter diatas permukaan laut. Dengan ketinggian tersebut cuaca daerah kami cukup dingin yang membuat para wisatawan menjadi lebih tertarik untuk datang menikmati kesejukan dan berbagai distinasi wisata seperti perayaan kematian dan destinasi wisata yang banyak di Tanatoraja.

"Pesta kematian secara besar-besaran di Tanatoraja merupakan suatu keunikan yang sangat menarik para wisatawan untuk melihat secara langsung," katanya.

Menurut Andreas luas wilayah Kabupaten Tantoraja sekitar 2.038 km2, berpenduduk 17.000 jiwa, dengan 13 kecamatan, 47 Desa dan 112 dusun.

Sementara pada sesi tanya jawab, menjawab pertanyaan tentang hutan mangrove, dari BLH Sukamto menjelaskan bahwa Bantul mempunyai pantai sepanjang 16 km terdapat hutan mangrove seluas 5 ha untuk menanggulangi abrasi laut. "Karena hutan mangrove sangat unik dan tempatnya cukup sejuk sehingga m,enjadi tujuan wisata yang cukup menarik," kata Sukamto.

Sedangkan Bambang Triyanto dari Dinas Perhubungan Bantul menyampaikan bahwa di Bantul terdapat tiga penarikan retribusi angkutan diantaranya di Imogiri, di Parangtritis dan di Srandakan. (Sit)

Berbagi:

Pos Terbaru :