Instruksi itu antara lain untuk melakukan sosialisasi adanya ancaman bencana kepada seluruh anggota Satlak, Camat serta Lurah pada daerah yang mungkin terjadi rawan bencana alam berupa banjir, tanah longsor, angin topan, gempa bumi, tsunami serta badai tropis, memberdayakan anggota SAR Kabupaten untuk ikut melaksanakan pengamatan/pemantauan secara cermat terhadap perubahan lingkungan alam dan kemungkinan terjadinya bencana dan pertolongan langsung.
Selanjutnya para pejabat beserta jajarannya tersebut juga melakukan iventarisasi dan menyiapkan sarana prasarana penanggulangan bencana yang ada di desa, kecamatan daerah rawan bencana maupun kabupaten untuk kegiatan penyelamatan dan evakuasi masyarakat apabila terjadi bencana, melakukan persiapan dan pemilihan tempat penampungan pengungsi di daerah yang lebih aman serta mengaktifkan jaringan komunikasi di masing-masing wilayah.
"Saya minta untuk seluruh anggota SATLAK menjadi petugas yang pertama kali masuk ke lokasi bencana, apabila terjadi bencana sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing di bawah koordinator Kantor Kesbang Linmas untuk kegiatan teknis," tandas Sekda (nc)