Tanpa mengenakan alas kaki, sejumlah abdi dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat melaksanakan Hajad Dalem Kuthomoro yaitu sebuah tradisi nyadran atau ziarah makam yang dilakukan sebelum datangnya bulan suci Ramadan. Prosesi ini bertujuan untuk mengirim doa kepada para leluhur Keraton Yogyakarta yang telah dikebumikan di makam Imogiri.
Mereka berjalan dengan khidmat dari Kantor Bupati Juru Kunci Puroloyo yang bertempat di Paseban Kalurahan Imogiri, menuju Bangsal Srimanganti, sebuah bangunan yang berada di muka Kompleks Makam Sultan Agung.
Usai menaiki ratusan anak tangga, para abdi dalem tiba di Bangsal Srimanganti. Acara dilanjutkan dengan doa tahlil dan tabur bunga ke makam Sultan Agung Hanyakrokusomo serta para leluhur Keraton.
Penghageng Makam Raja-raja Imogiri, KRT Hastono Ningrat, menyampaikan tradisi ini rutin digelar setiap tahunnya pada pertengahan bulan Syaban atau Ruwah dalam kalender Jawa.
"Kita laksanakan pertengahan bulan sebelum bulan puasa setiap tahun, sudah rutin tidak ada perubahan," tuturnya ditemui usai pelaksanaan tradisi Kuthomoro, Selasa (3/2/2026).
Senada dengan hal tersebut, Panewu Imogiri, Slamet Santoso, menjelaskan uborampe yang dibawa abdi dalem terdiri dari lisah konyoh (minyak wangi), ratus (serbuk kayu cendana), dan yatra tindih (uang untuk membeli bunga) telah diterima dan diinapkan semalam di Kantor Bupati Puroloyo.
"Acara sudah dimulai dari kemarin dengan pengiriman uborampe Kuthomoro yang dilaksanakan serah terima di pendopo Bupati Puroloyo Ngayogyakarta, semalam diterima, kemudian pagi tadi dikirab menuju tempat ini untuk tahlil dan nyekar," jelasnya.
Ragam uborampe yang menorehkan aroma harum menjadi simbol memuliakan serta menjunjung tinggi nama baik para leluhur Keraton yang telah tiada. (Fza)





