Isi Kekosongan Jabatan Struktural, 163 Pejabat Administrasi Dilantik Hari Ini

Sebanyak 163 pejabat administrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul telah dilantik oleh Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, di Pendopo Manggala Parasamya pada Jumat (6/2/2026). Pelantikan serta pengambilan sumpah jabatan administrasi ini dilaksanakan untuk mengisi kekosongan jabatan struktural.

“Pelantikan ini dilaksanakan untuk mengisi jabatan struktural yang kosong. Mereka yang ditempatkan sebagai pejabat administrasi adalah pegawai dengan kompetensi yang sesuai, mengacu pada manajemen talenta,” ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bantul, Reni Mariastuti.

Manajemen talenta di Pemkab Bantul telah diatur dalam Peraturan Bupati Nomor 27 Tahun 2025. Penerapan manajemen talenta dimaksudkan untuk meningkatkan sistem merit, objektivitas karir, dan kinerja organisasi. Implementasi ini menggunakan aplikasi khusus yang terintegrasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Hal ini mencakup pemetaan talenta, pengembangan, hingga retensi pegawai potensi.

Sementara itu, Bupati Bantul menekankan bahwa pelantikan ini bukan sekedar seremonial, melainkan penyerahan estafet kepemimpinan dan tanggung jawab besar dalam roda organisasi perangkat daerah. Dalam jabatan baru yang diemban juga memikul amanah besar yang harus dilaksanakan penuh dedikasi, integritas, dan profesionalisme.

“Jabatan administrasi memiliki peran dan fungsi yang sangat strategis. Posisi ini merupakan jembatan penghubung antara kebijakan strategis pimpinan dengan pelaksanaan teknis di lapangan,” ujar Bupati.

Bupati juga berpesan agar para pegawai yang baru saja dilantik harus terus meningkatkan etos kerja dan integritas.

“ASN itu bukan sekadar pekerja kantoran yang menjadi rutinitas. ASN adalah abdi masyarakat yang harus mengedepankan integritas dan transparansi. Ubahlah paradigma dari dilayani menjadi melayani,” imbuhnya.

Pesan lain yang Bupati sampaikan adalah hilangkan sekat-sekat ego sektoral sebab pembangunan Bantul tidak bisa dilakukan sendirian. Yang dibutuhkan adalah jaringan pemikiran lintas disiplin ilmu untuk menghadirkan perubahan yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Bantul. (Els)

Berbagi:

Pos Terbaru :